Ritual Golok Ciomas Perkuat Nilai Keimanan

  • 08 Feb 2026 17:58 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Pengenalan proses pembuatan Golok Ciomas menjadi salah satu materi edukasi budaya yang disampaikan kepada masyarakat melalui Studio Mini RRI Banten di kawasan KP3B Provinsi Banten, Sabtu 7 Februari 2026. Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa pembuatan golok tidak lepas dari nilai keagamaan dan kebersamaan sosial.

Generasi ke-10 Empu Golok Ciomas Banten, Kisuna, mengatakan ritual yang menyertai pembuatan golok kerap dipersepsikan keliru oleh sebagian masyarakat. Ia menegaskan, ritual tersebut sepenuhnya berisi doa dan penguatan akidah, bukan praktik mistis. “Yang dilakukan itu doa-doa dan selawat Nabi, tidak ada unsur mistik,” katanya.

Kisuna menjelaskan, proses penempaan Golok Ciomas hanya dilakukan pada bulan Maulid. Sebelum ditempa, bahan golok terlebih dahulu didoakan bersama warga sekitar sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi. “Satu RT kami libatkan, ritualnya dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam ritual tersebut memiliki makna sosial yang kuat. Tradisi itu mengajarkan nilai gotong royong sekaligus rasa syukur atas kesehatan dan rezeki yang diberikan Tuhan. “Intinya bersyukur dan berdoa bersama,” ucapnya.

Selain ritual, Golok Ciomas juga memiliki ciri khas pada bagian bilahnya berupa getakan atau lekukan tertentu. Kisuna menyebut jumlah getakan tersebut bukan dibuat tanpa makna, melainkan sarat nilai filosofis. “Ada golok dengan 12 getakan, itu melambangkan rukun Islam, rukun iman, dan ihsan,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat pula golok dengan 18 getakan yang mengandung pesan pengingat kewajiban salat lima waktu. Menurutnya, filosofi tersebut menjadi bagian dari pendidikan moral bagi pemilik golok. “Itu simbol agar pemiliknya selalu ingat kewajiban salat,” ujarnya.

Kisuna kembali menegaskan bahwa Golok Ciomas tidak mengajarkan kesaktian fisik. Ia menyebut kekuatan sejati berasal dari doa dan keyakinan kepada Tuhan. “Tidak ada yang kebal karena golok, semua kekuatan dari doa,” ucapnya.

Melalui penyampaian edukasi budaya tersebut, Kisuna berharap masyarakat dapat memahami Golok Ciomas sebagai warisan budaya yang mengajarkan nilai keimanan, kebersamaan, dan ketenangan batin, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....