​Integritas Pers dan Tantangan AI di Era Digital

  • 06 Feb 2026 19:12 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Kota Serang - Pers nasional dituntut menjaga integritas di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sekaligus menjadi mitra strategis dalam menyuarakan isu keberlanjutan. Transformasi digital saat ini membawa tantangan nyata berupa risiko misinformasi dan degradasi peran manusia dalam proses jurnalistik.

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Fatah Sulaiman menegaskan, semangat juang tokoh pers Adinegoro harus menjadi kompas moral bagi jurnalis era masa kini. Adaptasi teknologi AI dalam pengolahan data dan verifikasi informasi memang mempercepat produksi berita, namun ia menilai etika profesional tetap menjadi fondasi utama.

​​"Artificial intelligence menghadirkan tantangan berupa potensi misinformasi dan bias sumber data. Spirit Adinegoro menjadi kompas moral sangat penting agar pers tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik," ujarnya, Jumat 6 Februari 2026.

Sementara, ​Staf Ahli Pemerintahan Politik dan Hukum Setda Provinsi Banten, Zaenal Mutaqin menaruh harapan besar agar pers tetap mempertahankan daya kritisnya terhadap kebijakan publik. Menurutnya sektor birokrasi saat ini membutuhkan umpan balik jujur dari realita lapangan guna mengawal target capaian pembangunan infrastruktur wilayah.

​"Kebijakan publik biasanya mengikuti birokrat, tapi umpan balik kritis biasanya dari pers. Perslah yang benar-benar jujur mempertahankan realita apa yang ada di lapangan." Katanya.

Ia menilai k​emitraan antara akademisi, pemerintah, dan insan pers menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju. Literasi digital dan keterbukaan informasi publik dipandangnya sebagai instrumen vital dalam menghadapi disrupsi teknologi yang kian masif.

Melalui ​Seminar jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional ia berharap dapat melahirkan pemikiran baru bagi jurnalis agar tetap relevan di era digital. Ia menekankan penguatan peran pers yang kritis, konstruktif, dan solutif menjadi mandat bersama demi menjaga marwah demokrasi di tingkat regional maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....