Peran BIPA dalam Diplomasi Budaya dan Pendidikan
- 05 Feb 2026 02:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) tidak hanya berperan sebagai sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia. Melalui BIPA, pembelajar asing dikenalkan pada nilai budaya, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Widyabasa Ahli Muda Kantor Bahasa Provinsi Banten, Adek Dwi Oktavia, menyebutkan pengajar BIPA secara tidak langsung berperan sebagai duta budaya bangsa dalam proses pembelajaran.
“Pengajar BIPA bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia secara moderat dan menyenangkan,” ujar Adek dalam dialog bersama RRI Banten, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemahaman budaya menjadi unsur penting dalam pembelajaran BIPA agar proses belajar tidak kaku dan terasa lebih otentik. Di Banten, unsur budaya lokal turut diintegrasikan dalam bahan ajar.
“Saat ini juga sedang dikembangkan bahan ajar BIPA bermuatan lokal Banten yang memuat cerita rakyat dan seni budaya daerah,” katanya.
Menurut Adek, pendekatan budaya ini membuat pembelajar lebih mudah memahami konteks penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini dinilai efektif meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik.
Selain pembelajaran luring, BIPA juga dikembangkan melalui sistem daring dengan berbagai platform resmi yang menyediakan bahan ajar, tes penempatan, hingga pembelajaran mandiri secara gratis. Diplomasi budaya melalui BIPA dinilai mampu memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia, khususnya dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan kerja sama internasional.
Dengan pendekatan bahasa dan budaya, BIPA diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperkenalkan Indonesia secara lebih luas dan berkelanjutan di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....