BBWSC3 Beberkan Sejumlah Penyebab Banjir di Banten
- 04 Feb 2026 15:01 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Kondisi sungai di Provinsi Banten saat ini menghadapi berbagai persoalan kompleks yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi banjir di sejumlah wilayah. Penurunan kapasitas tampung sungai dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu luapan air saat musim hujan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yuda Lestana menerangkan, sedimentasi yang terjadi di sejumlah sungai disebabkan oleh erosi di wilayah hulu. Erosi ini dipicu oleh pembukaan lahan secara masif, baik untuk penambangan maupun penebangan hutan, yang berdampak pada meningkatnya material tanah terbawa aliran air menuju sungai.
Baca juga: Pemkab Pandeglang Desak Pusat Normalisasi Sungai Atasi Banjir
“Sedimentasi yang terjadi menyebabkan pendangkalan sungai sehingga kapasitas tampung air semakin berkurang,” ujarnya dalam dialog Kentongan RRI Pro 1 Banten, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain sedimentasi, alih fungsi lahan konservasi menjadi permukiman dan perkebunan turut memperburuk kondisi lingkungan. Dedi menjelaskan, perubahan fungsi lahan tersebut mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan, sehingga volume air yang mengalir ke sungai meningkat drastis saat curah hujan tinggi.
Baca juga: BBWSC3 Tangani Dampak Banjir di Wilayah Tangerang
Permasalahan lain yang masih menjadi tantangan adalah pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga, industri, serta sampah yang dibuang sembarangan. Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah perkotaan dan mempersempit aliran sungai.
“Sampah dan limbah yang menumpuk membuat aliran air terhambat dan memicu banjir,” ujarnya.
Baca juga: Normalisasi Sungai Jadi Fokus Penanganan Banjir Kota Serang
Tak hanya itu, keberadaan bangunan liar di sempadan sungai juga menjadi persoalan serius. Banyak bangunan didirikan tanpa izin sehingga mempersempit lebar sungai. Bahkan, beberapa sungai yang sebelumnya memiliki lebar tujuh hingga delapan meter kini menyusut hingga hanya dua meter.
Dedi menegaskan penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan sungai, termasuk tidak membuang sampah sembarangan serta mematuhi aturan pemanfaatan sempadan Sungai, sehingga upaya bersama dinilai menjadi kunci utama mengurangi risiko banjir di Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....