BBWSC3 Tangani Dampak Banjir di Wilayah Tangerang
- 03 Feb 2026 10:41 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangerang – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) melakukan sejumlah penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penanganan dilakukan setelah sebagian wilayah di Kabupaten Tangerang tergenang banjir akibat luapan Sungai Cidurian akhir Januari 2026 lalu.
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menjelaskan, penanganan darurat saat ini telah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik telah dikerahkan untuk menangani banjir di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali pulih.
“Penanganan dilakukan guna melindungi keselamatan masyarakat serta memulihkan aksesibilitas warga di wilayah terdampak,” katanya saat meninjau lokasi longsoran di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga: BBWSC3 Rehabilitasi 11 Daerah Irigasi di Pandeglang
Dia mengatakan, hingga Senin, 2 Februari 2026, mobile pump tersebut masih disiagakan di lokasi sebagai antisipasi karena debit Sungai Cidurian masih tinggi, sehingga berpotensi kembali menimbulkan genangan. Sementara untuk penanganan longsor sepanjang ±200 meter yang terjadi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang menyebabkan runtuhnya 8 bangunan rumah warga, BBWSC3 juga melakukan perkuatan pada bibir sungai untuk mencegah meluasnya potensi kerusakan pada permukiman warga.
“Pada penanganan darurat ini, kami fokus memperkuat bibir sungai dan mengarahkan aliran limpasan agar tidak langsung menghantam tanggul tanah. Struktur tanggul eksisting tidak kami intervensi karena materialnya berupa pasir dan berisiko jika diganggu. Upaya yang akan lakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan,” kata Kepala Balai.
Baca juga: Banjir Ditangani, Warga Diutamakan
Perkuatan tanggul akan dilaksanakan menggunakan metode pemasangan bronjong pada bibir sungai, yang berfungsi menahan arus sungai dan mencegah longsor. Konstruksi bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi dengan batu dapat membuat limpasan air tetap mengalir namun mengurangi tekanan tanah di bibir sungai.
"Jika tidak segera ditangani bibir sungai akan semakin tergerus dan mengancam keselamatan warga serta bangunan yang ada di dekat bibir sungai," ucap Dedi.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, BBWSC3 telah menyiapkan desain tanggul permanen menggunakan metode perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet dan pemasangan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir di Sungai Cidurian, yang saat ini proses pengajuan anggarannya masih terus diupayakan.
Baca juga: Tinjau Banjir Kronjo, Maesyal Rumuskan Penanganan Jangka Pendek
Selain itu, pemulihan terhadap konektivitas juga dilakukan pada ruas jalan Tol Tangerang - Merak KM 50 yang sempat tergenang dan menyebabkan kemacetan. BBWSC3 bersama pengelola jalan tol, PT Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, melakukan pembuatan tanggul sementara di sisi jalan, menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) dengan panjang penanganan ±300 meter.
“Kini ruas Tol Tangerang-Merak, yang merupakan akses krusial bagi mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatra maupun sebaliknya, telah pulih dan dapat dilalui dengan aman oleh seluruh jenis golongan kendaraan,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....