UNMA Dinilai Mampu Bangun Reputasi Akademik Global

  • 03 Feb 2026 18:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini menilai, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) mampu membangun reputasi akademik hingga tingkat global melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 di Kampus UNMA, Pandeglang, Selasa 3 Februari 2026.

Hal tersebut disampaikan Jazuli Juwaini saat memberikan sambutan pembuka pada seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan pakar pendidikan dari berbagai negara. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti keseriusan UNMA dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional.

Baca juga: Pemkab Lebak dan UNMA Banten Jalin Kerja Sama

Jazuli mengatakan, kegiatan akademik berskala global memiliki nilai strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran, riset, serta pertukaran gagasan ilmiah. Ia menilai UNMA berhasil menunjukkan bahwa perguruan tinggi di daerah juga mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional.

Ia juga mengapresiasi manajemen UNMA yang dinilai mampu memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, meskipun berada jauh dari pusat pemerintahan dan kota besar. “Ini menunjukkan UNMA sebagai universitas yang diperhitungkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jazuli menegaskan bahwa keberadaan UNMA mencerminkan peran strategis Mathla’ul Anwar sebagai organisasi kemasyarakatan Islam tertua dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Baca juga: Sarpras Belum Memadai, Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini Siap Melengkapinya

Apresiasi turut disampaikan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNMA sebagai penggagas kegiatan. Ia berharap FKIP UNMA terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan riset yang berorientasi global.

Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, di antaranya Profesor Rautakivi Tuomo Tapani dari Centria University Finlandia, Profesor Mazlini binti Adnan dari Sultan Idris Education University Malaysia, Ramadhoni Ph.D dari BRIN, serta Dr. Meliyawati dari Universitas Mathla’ul Anwar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....