Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Lebak Akan Optimalkan Lahan Sawah
- 02 Feb 2026 15:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berkomitmen penuh dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Melalui pemanfaatan lahan baku sawah yang tersedia, daerah ini berupaya memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan di tingkat nasional.
Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya menekankan, pencapaian swasembada pangan harus dilakukan secara bertahap. Menurutnya, strategi yang diambil harus menyesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan efektif.
Saat ini, Kabupaten Lebak mengoptimalkan luas lahan sawah sebesar 52.025 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan. Lahan-lahan tersebut difokuskan pada penanaman varietas padi unggulan yang selama ini terbukti cocok dengan karakteristik tanah di wilayah Lebak.
Baca juga: Lebak Jadi Penyumbang Swasembada Pangan di Banten
Beberapa varietas yang menjadi andalan antara lain adalah Ciherang, Cibenok, IR64, dan Mekongga. Pemilihan varietas ini didasarkan pada ketahanannya terhadap hama serta hasil panen yang dinilai memuaskan bagi para petani lokal.
Terkait target ambisius pemerintah pusat, Hasbi memberikan pandangan realistis mengenai siklus tanam di daerahnya. Ia mencatat bahwa tantangan untuk meningkatkan intensitas tanam memerlukan perhitungan yang matang dan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai.
"Kami mengakui jika target presiden bisa kami panen 7 kali dalam dua tahun, pengalaman kami itu dua kali dalam satu tahun itu sudah sangat baik, tiga kali itu sangat optimal," ujar Hasbi di Rangkasbitung, Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga: Pembiayaan Pertanian Dukung Swasembada Pangan di Lebak
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghargai proses alamiah dan teknis dalam bercocok tanam. Pihaknya memilih pendekatan penanaman secara bertahap untuk memastikan kualitas hasil panen tetap terjaga meskipun target produksi ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Lebak juga menegaskan sikap terbuka terhadap inovasi dan arahan dari pemerintah pusat.
Dinas Pertanian setempat kini tengah bekerja keras dengan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak. Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini bertujuan untuk memaksimalkan seluruh Lahan Baku Sawah (LBS) atau lahan sawah yang dilindungi.
Luasan 52.025 hektare tersebut dianggap sebagai aset vital yang harus dijaga dari alih fungsi lahan yang merugikan. Hasbi menambahkan, dirinya memiliki harapan agar pola panen di Lebak tidak terjadi secara serentak dalam satu waktu yang singkat.
Baca juga: Tantangan Pandeglang Menuju Swasembada Pangan
Ia menginginkan adanya manajemen waktu tanam agar masa panen bisa berlangsung lebih lama dan berkesinambungan. Meski demikian, ia menyadari bahwa mengubah pola pikir petani bukan perkara mudah. Selama ini, banyak petani yang sudah terbiasa melakukan panen raya secara bersamaan karena mengikuti tradisi atau musim penghujan yang ada.
"Kamis berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dengan erat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kokoh bermula dari optimalisasi potensi lokal di Kabupaten Lebak," ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....