Targetkan Rp6,3 Miliar, Baznas Pandeglang Optimis Capai Target
- 02 Feb 2026 14:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang mematok target penghimpunan zakat sebesar Rp6,3 miliar pada tahun 2026. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan realisasi zakat pada tahun 2025 yang hanya mencapai Rp3,3 miliar. Strategi penguatan koordinasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap masjid dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama Baznas dalam mencapai target tersebut.
Wakil Ketua Baznas Pandeglang, Asep Saparudin mengungkapkan, lonjakan target ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan indikator peningkatan kesadaran berzakat masyarakat. Pihaknya berupaya memaksimalkan potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum. Penatapan besaran zakat fitrah Rp45.000 dan fidyah Rp12.500 pada Ramadhan 1977 Hijriah diharapkan dapat mendongkrak dalam menghimpun zakat tahun ini.
"Target penghimpunan tahun ini mengalami lonjakan lebih dari 100 persen. Dari realisasi 3,3 miliar rupiah di tahun 2025, menjadi 6,3 miliar rupiah di 2026," katanya, Senin 2 Februari 2026.
Guna mendukung capaian tersebut, Baznas Pandeglang telah memvalidasi pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk ditetapkan melalui SK sebagai amil yang sah. Langkah legalitas ini dianggap Asep penting agar proses penghimpunan di tingkat akar rumput memiliki payung hukum kuat. Para amil di masjid-masjid nantinya wajib melaporkan hasil penghimpunan dan pendistribusian kepada Baznas Kabupaten.
Baznaspun manfaatan teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam mempermudah akses pembayaran zakat. Menurut Asep masyarakat kini diberikan pilihan untuk menyetor kewajibannya melalui layanan transfer atau datang langsung ke kantor Baznas bagi yang menginginkan akad secara tatap muka. Inovasi ini diharapkannya mampu menjangkau generasi muda dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Asep menekankan, laporan yang masuk dari tiap DKM sangat krusial meskipun fisik uang atau beras zakatnya langsung didistribusikan di lingkungan masjid masing-masing. Pelaporan ini berfungsi sebagai basis data nasional untuk memetakan kekuatan ekonomi umat di Pandeglang. Keberhasilan penghimpunan tahun ini akan berdampak langsung pada kualitas program pengentasan kemiskinan di daerah. "Harapannya bukan sekadar target tercapai, tapi kami ingin kesadaran masyarakat berzakat itu tumbuh dan pengumpulannya," ujarnya.
Baznas menekankan target Rp6,3 miliar tersebut mencakup gabungan antara zakat fitrah, zakat mal, serta infak dan sedekah lainnya. Baznas melihat potensi besar di Kabupaten Pandeglang yang selama ini belum tergarap maksimal secara administratif. Dengan sinergi bersama Pemerintah Daerah, optimisme pencapaian target tetap terjaga di tengah kondisi pemulihan ekonomi.
Pihak Baznas berharap seluruh elemen masyarakat mendukung langkah ini dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Hal ini bertujuan agar pendistribusian lebih merata dan tepat sasaran kepada delapan golongan penerima manfaat. Baznas menilai kedisiplinan amil dalam melaporkan angka penghimpunan menjadi evaluasi rutin setiap tahunnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....