Stok Pangan Lebak Tahun Capai Capai 197 Ton

  • 01 Feb 2026 15:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Ketahanan Pangan (Diskatapang) Kabupaten Lebak mencatat stok Cadangan Pangan Daerah (CPD) pada tahun 2026 mencapai 197 ton setara beras. Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala Diskatapang Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin di Rangkasbitung menjelaskan, bahwa seluruh cadangan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setempat. Hal ini menunjukkan kemandirian daerah dalam menjaga stabilitas pangan.

Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk memastikan persediaan CPD tetap terjaga. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari ancaman kerawanan pangan maupun risiko kelaparan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Imam menyebutkan bahwa intervensi pangan sangat krusial, terutama saat terjadi musibah bencana alam.  Selain itu, cadangan ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi gagal panen serta munculnya wabah penyakit di tengah masyarakat.

"Kami terus berupaya memastikan bahwa dalam kondisi darurat sekalipun, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pokok," ujar Imam, Sabtu 31 Januari 2026.

Kesiapsiagaan ini dinilai sangat beralasan mengingat kondisi geografis Kabupaten Lebak yang masuk dalam kategori rawan bencana alam. Cuaca ekstrem seringkali memicu terjadinya berbagai musibah yang menghambat akses pangan.

Potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah menjadi ancaman nyata yang menghantui setiap tahunnya. Hal ini tidak lepas dari topografi wilayah yang didominasi pegunungan, perbukitan, dan aliran sungai. "Dengan topografi alam yang cukup menantang, ketersediaan stok pangan di gudang adalah harga mati untuk menjaga psikologis dan kebutuhan dasar masyarakat," ucapnya.

Pada tahun anggaran ini, Pemerintah Kabupaten Lebak mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 miliar dari APBD. Dana tersebut khusus digunakan untuk pengadaan 80 ton beras tambahan bagi cadangan daerah. Harga beli beras dalam pengadaan tersebut dipatok sebesar Rp13.000 per kilogram. Penambahan ini melengkapi sisa stok dari tahun sebelumnya yang masih tersimpan sebanyak 117 ton di gudang penyimpanan.

Secara kumulatif, total beras yang kini dimiliki Pemerintah Kabupaten Lebak berjumlah 197 ton. Meskipun angka tersebut terlihat besar, Imam mengakui bahwa jumlah tersebut sebenarnya belum berada pada titik ideal.Keterbatasan anggaran menjadi faktor utama mengapa penambahan stok belum bisa dilakukan secara maksimal.

 Saat ini, pemerintah daerah memang tengah melakukan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai lini sektor. "Sebetulnya kalau bicara ideal, kita membutuhkan stok CPD sekitar 250 ton untuk meng-cover seluruh potensi risiko di Lebak secara sempurna," kata Imam.

Kendati terdapat selisih dari angka ideal, pihak Diskatapang optimis stok yang ada saat ini cukup untuk menangani situasi darurat dalam jangka pendek hingga menengah sambil terus melakukan evaluasi anggaran berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....