Pemerintah Tekan Kemiskinan Ekstrem Melalui Program Sekolah Rakyat

  • 31 Jan 2026 07:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah komitmen dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui program Sekolah Rakyat. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026 di Pusat Komando Bela Negara (Puskombelneg) Kementerian Pertahanan, Bogor, Jumat 30 Januari 2026 menyampaikan program ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal berbasis asrama.

"Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan angka kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen pada 2026," kata Agus.

Target tersebut, kata dia merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial serta Instruksi Presiden Nomor 4 dan 8 Tahun 2025.S alah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah, kata Agus Jabo, adalah penerapan Satu Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data tunggal yang dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Dengan DTSEN, seluruh kebijakan berbasis data yang akurat. Kita bekerja berdasarkan evidence-based social policy, bukan opini atau tekanan politik," ujar Agus.

Agus menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan formal jenjang SD, SMP, dan SMA berbasis asrama yang seluruh biayanya ditanggung negara. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tanpa seleksi tes masuk.

Setiap siswa mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari seragam, konsumsi harian bergizi, hingga sarana pembelajaran berbasis teknologi.

Hingga Januari 2026, tambah dia tercatat sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 34 provinsi dengan total siswa mencapai 15.954 orang.

Program ini juga didukung ribuan tenaga pendidik serta sistem kerja lintas kementerian dan lembaga. Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan kerja bersama seluruh elemen pemerintah.

"Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi yang pintar, berkarakter, dan terampil agar mampu mengubah masa depan keluarganya," ujarnya.

Agus Jabo mengajak insan pers yang tergabung dalam PWI untuk ikut mengawal dan menyosialisasikan program Sekolah Rakyat agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....