Sepekan Banjir, Kebutuhan Logistik di Patia Belum Terpenuhi
- 16 Jan 2026 15:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang: Satu minggu pascabanjir yang merendam wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, distribusi logistik dilaporkan belum menyentuh seluruh desa terdampak. Camat Patia, Supratman menyebut, stok perlengkapan bayi dan kebutuhan lansia saat ini sangat kritis. Sementara pihak desa terpaksa membatasi pembagian beras kepala masyarakat agar bantuan bisa merata.
Supratman mengaku, hingga saat ini baru tiga desa yang tersentuh bantuan, yakni Desa Idaman, Rahayu, dan Patia. Sementara desa lainnya masih menunggu antrean distribusi. Menurutnya stok bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD saat ini masih didominasi makanan siap saji, sedangkan kebutuhan darurat lainnya masih minim.
"Logistik memang jauh kurang, baru tiga desa yang mendapat bantuan. Kebutuhan paling urgen saat ini makanan siap saji dan peralatan bayi seperti popok," kata Supratman, Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengungsi mulai mengeluhkan kelangkaan perlengkapan bayi dan balita. Stok popok sekali pakai di posko kecamatan hampir tidak ada. Selain kebutuhan bayi, warga mendesak adanya pasokan sembako mendasar seperti minyak goreng, gula, dan kopi, serta tambahan makanan ringan untuk menjaga stamina pengungsi.
Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Desa Idaman yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Kepala Desa Idaman, Ilman menyebut, banjir telah merendam empat kampung yang dihuni sekitar 438 Kepala Keluarga atau 1.500 jiwa. Meski air mulai surut dari ketinggian dua meter ke kisaran 30 hingga 90 sentimeter, menurutnya cuaca yang sering berubah, membuat warga masih bersiaga di posko Musala Ar-Rahman dan rumah-rumah panggung milik warga.
Ia mengaku distribusi logistik di Desa Idaman terpaksa dilakukan secara mandiri dengan porsi yang sangat terbatas. Pihaknya harus membagi paket bantuan agar seluruh warga yang terdampak bisa merasakan bantuan meskipun dalam jumlah kecil. Ilman menyatakan, satu kepala keluarga saat ini hanya bisa mendapatkan satu liter beras dan satu kaleng sarden agar distribusi merata ke seluruh kampung yang terisolasi selama sepekan terakhir.
"Alat-alat bayi dan kebutuhan lansia seperti selimut dan minyak angin sudah bukan dibutuhkan lagi, tapi sangat mendesak karena warga sudah satu minggu tidak bisa keluar," ucapnya.
Selain kebutuhan pangan, ia menambahkan warga lanjut usia di Desa Idaman juga memerlukan perhatian khusus. Pihak Desa mencatat setidaknya terdapat 100 orang lansia yang membutuhkan selimut dan minyak angin untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Sejauh ini, menurutnya bantuan yang masuk ke wilayah terdampak baru berasal dari Kodim Pandeglang, BPBD dan Dinas Sosial, serta pihak swasta seperti PLN dan Cybernet. Pihaknya pun terus berkoordinasi agar bantuan tidak hanya berpusat pada makanan siap saji, tetapi juga menyasar kebutuhan spesifik seperti bayi dan lansia yang saat ini kondisinya semakin mendesak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....