Swadaya Anggota, Omzet Koperasi Kelurahan Trondol Tumbuh
- 18 Des 2025 13:55 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Koperasi Merah Putih Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, mencatat perkembangan dalam waktu singkat, dari pembentukan organisasi hingga mencetak omzet lebih dari Rp10 juta per bulan berbasis partisipasi anggota. Perkembangan tersebut lahir dari swadaya modal, kerja sukarela pengurus, serta pencatatan usaha yang dilakukan secara terbuka dan terukur.
Sekretaris Koperasi Merah Putih Trondol, Agus Setiawan, mengatakan koperasi dibentuk melalui musyawarah kelurahan khusus pada April 2025. “Di bulan April kita menyelenggarakan musyawarah kelurahan khusus pembentukan koperasi. Di situ disepakati struktur kepengurusan, mulai dari ketua, wakil bidang usaha, wakil bidang anggota, sekretaris, bendahara, sampai pengawas yang diketuai Bapak Lurah,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Setelah pembentukan pada 27 Mei 2025. koperasi mulai menghimpun anggota dan modal. “Setelah itu kita mulai kerja mencari anggota. Sampai hari ini jumlah anggota sudah 155 orang, dengan total simpanan lebih dari Rp40 juta dari simpanan pokok dan simpanan wajib,” kata Agus.
Modal tersebut digunakan untuk membuka gerai sembako yang mulai beroperasi pada 7 Oktober 2025. Menurut Agus, sejak beroperasi omzet koperasi rata-rata mencapai lebih dari Rp10 juta per bulan. “Kalau dirata-ratakan, omzet kita sekarang sudah di atas Rp10 juta per bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operasional gerai masih dikelola langsung oleh pengurus dengan jam buka terbatas. “Gerai buka dari jam 10 sampai jam 12. Pengurus masih kerja bakti, belum ada yang digaji. Kita bergiliran dua orang per hari,” kata dia.
Saat ini koperasi menjual sekitar 10 komoditas kebutuhan pokok. Pasokan berasal dari sejumlah mitra, di antaranya ID Food, Bulog, BUMD Provinsi Banten, dan Pasar Rau. “Kalau hanya mengandalkan satu pemasok, sering kosong. Karena itu kita ambil dari beberapa sumber,” ujarnya.
Agus menyebut kendala utama koperasi masih berada pada keterbatasan modal. “Masalah kita sekarang tinggal permodalan. Kalau modal ada, kita bisa beli barang dalam jumlah lebih besar, omzet juga bisa naik,” katanya.
Lurah Trondol Askolani menyampaikan koperasi tersebut tumbuh dari inisiatif pengurus dan partisipasi warga. Ia menyebut seluruh pengelolaan awal dilakukan secara sukarela tanpa dukungan dana dari luar.
“Pengurus bekerja setiap hari tanpa bayaran. Mereka bergantian menjaga gerai dan mengelola administrasi. Sistem keanggotaan dan usaha bisa berjalan karena ada kemauan dan kebersamaan,” ujar Askolani.
Dari sisi tata kelola, koperasi menggunakan aplikasi Simkopdes untuk mencatat seluruh aktivitas. “Semua anggota dan transaksi kita input ke Simkopdes. Datanya bisa dilihat sampai kota, provinsi, dan pusat,” ujarnya.
Pada November 2025, Koperasi Merah Putih Trondol ditunjuk Kementerian Koperasi sebagai wakil Kota Serang dalam kegiatan magang koperasi tingkat Provinsi Banten.
Ke depan, Koperasi Merah Putih Trondol menargetkan peningkatan jumlah anggota secara bertahap. Setelah jumlah anggota mencapai 155 orang, koperasi menargetkan 300 anggota pada tahap awal, lalu diperluas hingga 500 anggota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....