Penguatan E-Parenting Jadi Langkah DP3AKB Serang Tekan Bullying
- 27 Nov 2025 15:44 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang memperluas program penguatan keluarga lewat e-parenting, menyasar ibu-ibu DWP, PKK, hingga orang tua siswa. Pendekatan ini diambil setelah sejumlah kasus kekerasan dan bullying ditemukan berakar dari pola asuh yang tidak tepat di lingkungan keluarga.
Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, menjelaskan hasil pemetaan lembaganya menunjukkan pelaku kekerasan pada anak umumnya berasal dari keluarga yang kurang harmonis, pola asuh keras, hingga kondisi rumah tangga yang tidak stabil. Situasi itu kemudian berpengaruh pada perilaku anak di sekolah atau lingkungan bermain.
Baca juga: TP-PKK dan DP3AKB Serang Perkuat Perlindungan Penyintas Kekerasan
Ia menyebut banyak anak usia sangat dini sudah menggunakan telepon genggam tanpa pendampingan. Kondisi ini membuat anak mudah terpapar konten negatif yang memicu perilaku agresif, termasuk meniru tindakan perundungan yang mereka lihat di media digital.
“E-parenting kami kuatkan karena hampir semua kasus berawal dari rumah. Orang tua perlu memahami cara mendampingi anak agar terhindar dari pengaruh buruk gawai,” ujar Anthon, Kamis (27/11/2025).
Program e-parenting disusun untuk memberi pemahaman kepada orang tua, terutama ibu, mengenai pengasuhan yang sehat dan responsif. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mencegah tekanan rumah tangga yang kerap mendorong anak melampiaskan emosi di sekolah, sehingga memicu perilaku bullying.
Baca juga: Forum Anak Serang Dorong Korban Bullying Berani Bicara
DP3AKB telah terlebih dahulu menyasar anak-anak sejak awal tahun melalui kegiatan pencegahan kekerasan di seluruh sekolah, dan kini memperkuat sisi keluarga agar intervensi berjalan utuh.
Terkait strategi pelaksanaan, Anthon menekankan perlunya sinergi lintas unsur, mulai dari komunitas perempuan, lembaga sekolah, hingga lingkungan RT/RW agar edukasi e-parenting diterima secara merata. Pelatihan dirancang berjenjang, dengan pembekalan dasar hingga digital parenting untuk menghadapi risiko penggunaan gawai pada usia dini.
“Kalau orang tuanya paham cara mendampingi, potensi kekerasan bisa ditekan dari hulunya,” katanya.
DP3AKB menjadwalkan rangkaian e-parenting berlanjut hingga akhir tahun dengan pola pelatihan berbasis kelompok keluarga. Program ini ditargetkan menjadi model pencegahan bullying yang menghubungkan sekolah dan keluarga secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....