Forum Anak Serang Dorong Korban Bullying Berani Bicara
- 04 Okt 2025 18:01 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pemerintah Kota Serang mendorong anak-anak yang menjadi korban maupun saksi bullying agar berani speak up dan mencari bantuan, sebagai langkah awal memutus rantai kekerasan.
Bunda Forum Anak Kota Serang, Arfina Rustandi menegaskan pentingnya keberanian anak untuk bicara ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Menurutnya, banyak kasus tidak terungkap karena korban memilih diam akibat takut tidak dipercaya atau malah disalahkan.
Baca juga: Generasi Muda Diharap Jadi Penggerak Kota Serang Layak Anak
| Baca juga: Bank Sampah Jadi Solusi Atasi Sampah Kota |
"Anak-anak harus tahu, mereka tidak salah ketika menjadi korban. Jangan diam. Ceritakan kepada guru, teman, atau orang dewasa yang dipercaya, karena diam justru membuat pelaku semakin berani,” ucap Arfina Sabtu (4/10/2025).
Ia menambahkan, Forum Anak menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk saling mendukung dan menyuarakan pengalaman mereka tanpa rasa takut. Melalui forum tersebut, anak-anak bisa berbagi pengalaman, mendapatkan pendampingan, serta belajar memahami pentingnya menghargai sesama.
“Di Forum Anak, mereka belajar saling mendengar dan tidak menghakimi. Ada yang awalnya korban, sekarang justru jadi penggerak anti-bullying di sekolahnya,” kata Arfina.
| Baca juga: Inovasi Fast Track Ubah Sampah Jadi Pupuk |
Baca juga: Bullying jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Mental Mahasiswa Baru
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan menilai, keberanian untuk speak up merupakan bentuk perlindungan diri yang perlu terus ditumbuhkan.
“Kami ingin anak-anak berani bicara. Pemerintah siap melindungi dan menindaklanjuti setiap laporan kekerasan yang terjadi, baik di sekolah maupun lingkungan rumah,” ucap Anthon.
| Baca juga: Anggaran SCC Masih Dikaji sebelum Finalisasi |
Menurutnya, pemerintah tengah memperkuat sistem pelaporan ramah anak melalui sekolah dan komunitas agar korban tidak lagi takut menyampaikan kasus yang dialaminya. DP3AKB juga menggandeng psikolog, pendidik, serta Forum Anak untuk memberikan pendampingan bagi korban maupun pelaku agar kasus serupa tidak terulang.
Baca juga: Kepercayaan Diri Anak Jadi Kunci Utama Cegah Bullying
“Masalah bullying tidak bisa diselesaikan hanya dengan sanksi. Kita perlu membangun empati dan budaya saling menghargai. Itu sebabnya anak-anak harus didukung ketika mereka berani bersuara,” kata dia.
Anthon berharap kesadaran ini tumbuh tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. “Kalau anak sudah berani bicara, tugas kita orang dewasa adalah mendengarkan dan melindungi, bukan menyalahkan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....