Bahasa Isyarat Jadi Jembatan Informasi bagi Tunarungu

  • 22 Sep 2025 10:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Bahasa isyarat memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi bagi penyandang disabilitas Tunarungu. Hal ini disampaikan oleh pengajar sekaligus juru bahasa isyarat SKH Negeri 01 Kota Serang, Maria Kristiana Isnawari Dwi Widiastuti, dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Peran Orang Tua Penting dalam Penguasaan Bahasa Isyarat

Menurutnya, tanpa bahasa isyarat, anak-anak Tunarungu akan kesulitan memahami informasi secara utuh. “Dunia anak Tunarungu itu sepi. Bahasa yang mereka terima sangat terbatas, sehingga perlu isyarat untuk memperjelas makna,” ucap Widia dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten.

Ia menekankan bahasa isyarat bukan hanya dibutuhkan di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, jika masyarakat luas memahami dasar-dasar bahasa isyarat, komunikasi sosial akan lebih inklusif. “Kalau masyarakat tahu bahasa isyarat, hubungan sosial bisa terjalin lebih baik,” ucap Widia.

Baca juga: Bahasa Isyarat Diharap Diterima di Semua Kalangan

Selain itu, Widia menyoroti pentingnya dukungan lingkungan sekitar, baik guru, teman sebaya, maupun masyarakat umum, untuk memahami dan menggunakan bahasa isyarat. Dengan begitu, penyandang Tunarungu tidak merasa terisolasi.

Ia berharap bahasa isyarat semakin diperkenalkan di sekolah umum maupun ruang publik agar anak-anak Tunarungu bisa berinteraksi setara dengan teman-temannya. (Muntibi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....