Peran Orang Tua Penting dalam Penguasaan Bahasa Isyarat

  • 22 Sep 2025 11:51 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Orang tua memiliki peran sentral dalam mendukung anak Tunarungu menguasai bahasa isyarat. Demikian diungkapkan guru sekaligus juru bahasa isyarat SKH Negeri 01 Kota Serang, Maria Christiana Isnawari Dwi Widyastuti, saat menjadi narasumber Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Senin (22/9/2025).

Menurutnya, waktu anak bersama guru di sekolah sangat terbatas, hanya beberapa jam dalam sehari. Sementara itu, sebagian besar waktu justru dihabiskan bersama keluarga di rumah. Kondisi inilah yang membuat komunikasi di rumah menjadi faktor penentu keberhasilan anak dalam memahami dan menggunakan bahasa isyarat secara konsisten.

Baca juga: Banten Masih Kekurangan Guru Bahasa Isyarat

“Peran orang tua sangat penting untuk mengoptimalkan kemampuan wicara dan komunikasi anak. Kalau komunikasi di rumah berjalan baik, maka pembelajaran di sekolah akan lebih mudah diterima anak,” ujar Widya.

Ia mendorong agar orang tua tidak hanya menyerahkan sepenuhnya proses pembelajaran kepada guru, tetapi juga ikut aktif mempelajari bahasa isyarat. Dengan begitu, komunikasi antara rumah dan sekolah bisa selaras, sehingga anak tidak mengalami kebingungan. “Kalau di rumah dan sekolah berbeda isyaratnya, anak akan bingung. Karena itu, orang tua perlu ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Widya mengatakan kehangatan keluarga yang mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat akan menumbuhkan rasa percaya diri anak, terutama saat ia bersosialisasi dengan teman sebaya maupun masyarakat sekitar.

Baca juga: Bahasa Isyarat Diharap Diterima di Semua Kalangan

Lebih jauh, Widya menyebutkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat juga perlu dibangun. Anak Tunarungu bukan hanya bagian dari keluarga, tetapi juga bagian dari lingkungan sosial. Dukungan masyarakat yang inklusif akan membuat anak lebih leluasa mengembangkan potensi, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Ia berharap, semakin banyak orang tua dan masyarakat yang peduli terhadap pentingnya bahasa isyarat. Dengan demikian, anak Tunarungu dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan, serta mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Nurlela)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....