Pengunjung Diingatkan Jaga Adat Tradisi Baduy
- 29 Agt 2025 17:36 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Masyarakat adat Baduy menekankan pengunjung untuk terus ikut menjaga tradisi dan budaya leluhur mereka saat berkunjung. Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menyampaikan bahwa wilayah Baduy bukanlah destinasi wisata biasa, melainkan bagian dari warisan budaya yang harus dihormati.
“Saya, salah satu kepala desa Kanekes, ingin menyampaikan masalah yang lain. Supaya apa sih lingkungan kami terjaga, ini kan salah satu pariwisata Kanekes ini, adat Baduy kami ini, salah satunya ini bukan namanya wisata Baduy, ini salah satu wisata budaya,” katanya, Kamis (29/8/2025).
Baca juga: Pelestarian Budaya Baduy untuk UNESCO Global Geopark
Ia menjelaskan, istilah yang tepat bagi kunjungan ke wilayah Baduy adalah Saba Budaya, bukan “desa wisata”. Jaro Oom menegaskan, segala aturan adat sudah ditetapkan oleh pemangku adat dan harus dipatuhi oleh pengunjung. “Kami ini silakan kunjungi desa kami yang namanya Saba Budaya, tapi kan itulah, harus mengikuti aras dan mengikuti sesuai yang sudah ditetapkan dari kami,” ujarnya.
Pengunjung, sambungnya, wajib menaati aturan adat, mulai dari tata cara berkunjung hingga wilayah yang boleh diakses, sebab memang baduy sendiri terbagi kedalam beberapa wilayah. Untuk Baduy dalam disebutkan oom banyak kawasan-kawasannya tertentu yang harus disekat, tidak dilegalkan semua, sehingga tidak bisa dijelajahi seluruh nya.
Oom menambahkan ada wilayah rambung umum, dan ada wilayah yang hanya bisa dimasuki ketua suku. “Contoh, yang berwisatawan itu harus seketikanya misalnya mengunjungi Saba Budaya, mengunjungi desa kami dan mengunjungi secara adat kami itu harus patuh dan taat dengan ajaran budaya-budaya kami,” ucapnya.
Baca juga: Masyarakat Baduy Titip Kelestarian Alam Pandeglang
Sementara salah satu wisatawan asal Serang, Riska, mengaku tertarik dengan keaslian masyarakat Baduy. “Karena tertarik banget dengan keaslian masyarakatnya, serta budayanya yang sederhana, serta kearifan lokalnya. Alamnya yang indah, yang terjaga, serta bersih lingkungannya, kearifan lokalnya juga, serta masyarakatnya juga yang sangat amat ramah,” ujarnya.
Riska menyampaikan pelestarian adat Baduy membutuhkan peran bersama antara masyarakat adat dan para pengunjung. “Untuk menjaga keaslian adat-istiadat ini tentunya kita juga harus bersama-sama, menjaga, merawat, serta juga kita harus menjaga lingkungan ini, agar bisa tetap kehidupan, tradisi luhur, juga kelestarian alam budaya ini,” katanya. (Gina/mg)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....