Pembersihan Sungai Cibanten Kota Serang Diperluas

  • 28 Jul 2025 12:35 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pembersihan Sungai Cibanten kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang difokuskan di wilayah Kecamatan Serang menyisir aliran sungai sepanjang enam kilometer, mulai dari Kubang, Kaujon hingga Kidemang Senin (28/7/2025).

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin mengatakan kali ini sedang ada penambahan debit air dari Sindangheula yang mempermudah pelarungan sampah yang tidak dapat didaratkan. “Kalau nanti sampahnya ada yang bisa didaratkan, ya kita daratkan. Tapi kalau tidak bisa, kita larungkan karena debit airnya sudah dinaikkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sepanjang enam kilometer tersebut, tim akan bekerja secara bertahap sesuai dengan kondisi medan. Kondisi sungai yang dipenuhi sampah rumah tangga dan limbah lainnya menurut Lulu, sudah mulai berkurang berkat pembersihan mandiri yang rutin dilakukan.

Namun, kali ini terasa berbeda karena melibatkan pemerintah kota, pemerintah provinsi, relawan, mahasiswa, dan masyarakat secara bersama. “Baru kali ini semua turun bareng-bareng. Ini sejarah baru buat Sungai Cibanten,” katanya.

Lulu menyebut, semangat ini juga terinspirasi dari kota-kota lain seperti Medan dan Malang yang berhasil mengembalikan fungsi sungainya. “Kita melihat kota lain mulai bergerak. Kenapa kita enggak bisa? Sekarang kita buktikan bisa,” katanya.

Target besar ditetapkan hingga akhir tahun 2025, yakni membersihkan seluruh bagian Sungai Cibanten, terutama di titik-titik terparah seperti dari Sindangheula hingga Tembong. Relawan juga akan rutin menyusuri sungai untuk patroli, sambil memasang rambu peringatan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Harapannya, masyarakat ikut menjaga. Kemarin warga juga kerja bakti, mulai sadar untuk tidak buang sampah,” katanya.

Dalam jangka panjang, Lulu menyampaikan rencana menjadikan Kalibanten sebagai pusat wisata arung jeram, lokasi konservasi, siaga bencana, dan olahraga air. Ia menyebut kegiatan akan terus dilakukan selama 2 hingga 3 tahun ke depan, termasuk penanaman pohon di bantaran sungai. “Kita sudah komitmen. Sungai ini bukan hanya untuk dibersihkan, tapi harus dijaga secara kolektif,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....