DPKP Pandeglang dan BNPT Gulirkan Program Pemberdayaan Pertanian

  • 10 Jun 2025 13:57 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menggulirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan peternakan. Langkah preventif ini menyasar langsung desa-desa yang dianggap rentan terhadap penyebaran paham radikal.

Kepala DPKP Pandeglang, M. Nasir menyampaikan, program pemberdayaan masyarakat akan difokuskan di 12 desa di Kecamatan Menes. Kerja sama dengan BNPT ini, akan digulirkan melalui lembaga ekonomi desa seperti BUMDes.

“Program ini adalah langkah preventif yang sangat strategis. Selain untuk menekan penyebaran paham radikalisme, juga menjadi upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Baca juga: DPKP Pandeglang Tekan Kerugian Petani akibat Cuaca Ekstrem

Program pemberdayaan akan difokuskan pada budidaya ternak domba dan kambing, yang disuplai langsung oleh BNPT melalui Direktorat Pencegahan Terorisme. Sementara desa bertanggung jawab menyediakan kandang. Selain untuk konsumsi daging, beberapa jenis kambing juga akan dikembangkan untuk produksi susu.

Program ini juga akan dilengkapi dengan pelatihan dan bimbingan dari Dinas Pertanian, termasuk sosialisasi mengenai Good Agricultural Practices (GAP) agar peternakan dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

“Tidak hanya dari sisi ternak, tetapi juga memanfaatkan limbahnya seperti kotoran untuk pupuk organik yang bisa digunakan untuk mendukung pertanian masyarakat,” ucap dia.

Baca juga: DPKP Dorong Petani Percepat Masa Tanam

Menurut Nasir, ini bukan kali pertama DPKP bekerja sama dalam pencegahan terorisme melalui pertanian. Sebelumnya bersama Densus 88, DPKP juga melakukan program budidaya kopi dan pembentukan kelembagaan petani.

Beberapa lokasi yang telah menjalankan kegiatan serupa dan menjadi model, seperti di Cihanjuang, Pulosari, Cikesik, yang telah membuktikan keberhasilan program integrasi pertanian dan peternakan dalam menciptakan ketahanan ekonomi lokal.

“Pemerintah daerah berharap sinergi ini dapat memperkuat upaya deradikalisasi melalui jalur kesejahteraan ekonomi dan kemandirian desa,” kata Nasir. (Ridwan Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....