DPKP Pandeglang Tekan Kerugian Petani akibat Cuaca Ekstrem

  • 16 Jan 2025 13:36 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nasir mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian di Pandeglang. Musim kemarau panjang pada 2023 berdampak signifikan pada hasil panen, khususnya padi.

Salah satu upaya utama adalah mendorong petani untuk mengikuti program asuransi pertanian. Dengan premi hanya Rp36.000 per hektar, petani dapat mengklaim ganti rugi hingga Rp6 juta jika terjadi gagal panen.“Produksi pangan kita mengalami penurunan, terutama di awal tahun 2024. Namun, kami telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi kerugian petani,” kata Nasir kepada RRI, Kamis (16/1/2025).

Selain itu, DPKP secara aktif melakukan gerakan pengendalian hama dan penyakit dengan melibatkan petugas lapangan dan penyuluh pertanian. “Kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan balai penelitian pertanian terus kami tingkatkan untuk memantau dan mengendalikan ancaman hama,” ucapnya.

Upaya lainnya adalah pemanfaatan irigasi perpompaan dan pipanisasi di lahan-lahan kering. Dengan lebih dari 700 pompa air yang disalurkan pada 2023, indeks pertanaman dapat ditingkatkan, bahkan di lahan sulit air.

Nasir optimistis bahwa melalui langkah-langkah strategis ini, sektor pertanian di Pandeglang dapat tetap bertahan meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem. “Kami berkomitmen untuk memastikan petani tetap produktif dan sejahtera, sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....