Rumah Singgah Kanker jadi Solusi Pasien dari Banten

  • 02 Des 2024 15:06 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Di tengah tantangan besar dunia kesehatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, Yayasan Senyum Insan Nusantara (Yasin) hadir dengan program unggulannya, Rumah Singgah Kanker. Didirikan lima tahun lalu oleh Jaka Pamungkas bersama rekan-rekan muda yang prihatin terhadap ketimpangan pelayanan kesehatan, program ini menjadi solusi nyata bagi pasien kanker kurang mampu. “Awalnya kami banyak mengkritik situasi, tetapi kritik saja tidak cukup. Kami memutuskan untuk menjadi bagian dari solusi,” ujar pendiri Yayasan Yasin, Jaka Pamungkas saat dialog bersama RRI.

Berawal dari layanan ambulans gratis, kebutuhan mendesak untuk menyediakan rumah singgah muncul ketika pasien dari pelosok seperti Pandeglang atau Lebak harus menempuh perjalanan panjang ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Kondisi fisik yang melemah akibat perjalanan jauh serta tingginya biaya operasional menjadi alasan utama didirikannya rumah singgah yang terletak strategis di dekat rumah sakit tersebut.

Rumah Singgah Kanker menawarkan layanan gratis, mulai dari tempat tinggal, makanan, hingga kasur untuk pasien dan pendamping. Meski fasilitasnya sederhana, upaya ini mampu mengurangi beban pasien, baik secara fisik maupun finansial. Hingga kini, lebih dari 300 pasien kanker, mayoritas dari wilayah Pandeglang, Lebak, dan Serang, telah menerima manfaat dari program ini.

Jaka mengungkapkan, kanker menjadi fokus utama yayasan karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Banten untuk menangani penyakit tersebut. “Banyak pasien kanker dianggap sebagai ‘vonis mati’. Selain pengobatan yang lama dan mahal, mereka sering kali jatuh miskin karena harus menjual aset atau berutang untuk berobat,” katanya.

Yayasan Yasin memberikan pendampingan holistik, termasuk bantuan pembuatan BPJS bagi yang tidak mampu, transportasi ke rumah sakit, hingga santunan kematian jika pasien meninggal dunia. Bahkan, yayasan turut mendukung keluarga pasien dengan bantuan modal usaha kecil untuk memulai kehidupan baru.

Kapabilitas rumah singgah ini terbatas pada 15 orang pasien dan pendamping. Namun, jaringan kemitraan dengan yayasan lain membantu memastikan tidak ada pasien yang terlantar. Jaka juga menyoroti pentingnya sinergi antarorganisasi kemanusiaan untuk melayani lebih banyak pasien.

Dengan dedikasi tinggi, Yayasan Yasin berkomitmen tidak hanya untuk membantu pasien mengakses pengobatan, tetapi juga mengedukasi keluarga pasien bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya. “Kita berikan harapan bahwa kanker bisa disembuhkan. Tidak ada persaingan dalam kemanusiaan, hanya sinergitas,” ucap Jaka.

Rumah Singgah Kanker menjadi bukti bahwa aksi nyata dapat mengubah kehidupan banyak orang, memberikan harapan baru di tengah keterbatasan. Bagi masyarakat Banten yang membutuhkan bantuan atau ingin menjadi donatur, Yayasan Yasin membuka tangan untuk bersinergi mewujudkan solusi bersama.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....