Mengenal Golok Ciomas Si Rebo
- 30 Nov 2024 12:52 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Golok Ciomas adalah salah satu senjata tradisional khas dari Banten yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Golok ini berasal dari Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, yang terkenal sebagai pusat pembuatan golok berkualitas tinggi.
Ada beberapa fakta menarik tentang Golok Ciomas ini. Menurut Sejarah, Golok Ciomas sudah ada sejak masa Kesultanan Banten. Pada saat itu, golok ini digunakan sebagai senjata untuk melindungi diri, melawan penjajah, dan berburu. Selain sebagai alat, golok juga menjadi simbol keberanian, kekuatan, dan kehormatan bagi masyarakat Banten.
Golok Ciomas memiliki ciri khas tersendiri, diantaranya menggunakan material yang berkualitas, karena dibuat dari baja pilihan yang kuat dan tahan lama. Melalui proses pembuatan yang dilakukan secara tradisional, dengan teknik tempa yang diwariskan secara turun-temurun, gagang golok biasanya terbuat dari kayu atau tanduk dengan ukiran khas yang menambah nilai estetika.
Baca juga: Godam Si Denok Warisan Sejarah Pembuatan Golok Ciomas
Pembuatan Golok Ciomas memerlukan keahlian khusus dan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan, ditempa, dan dibentuk dengan cara memanaskan baja dan ditempa hingga membentuk bilah golok. Kemudian pengasahan dan pemasangan gagang, terakhir golok diberi pelapis untuk melindungi dari karat. Namun yang adalah menarik adalah waktu pembuatannya. Golok Ciomas biasanya dibuat di bulan khusus, yaitu sepanjang bulan Mulud (Maulid Nabi).
Salah satu golok Ciomas yang terkenal adalah Golok Ciomas Si Rebo yang salah satu peninggalan budaya yang sarat nilai sejarah dari Banten. Golok ini pertama kali dibuat pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin (1552-1570), putra Sunan Gunung Jati.
Saat itu, Sultan memerintahkan Ki Buyut Cengkuk, seorang empu dari Ciomas, untuk membuat senjata yang mampu memperkuat pasukan Kesultanan Banten dalam melawan penjajahan Belanda.

Pewaris Golok Ciomas Ki Duhari menceritakan tentang asal usul golok ini. Ia bercerita proses pembuatan Golok Ciomas Si Rebo memakan waktu tujuh tahun menggunakan godam bernama Si Denok, hadiah dari Sultan Hasanudin.
"Golok ini menjadi simbol keberanian dan kekuatan pasukan Banten. Legenda menyebutkan bahwa golok ini mampu melukai musuh dalam jarak hingga 10 meter, mencerminkan keampuhan senjata tersebut," kata Ki Duhari kepada RRI beberapa waktu lalu.
Keunikan golok ini tidak hanya terletak pada kekuatannya tetapi juga pada pewarisannya yang terus dijaga secara turun-temurun. Saat ini, Ki Duhari menjadi generasi ketujuh dari Ki Buyut Cengkuk, penjaga warisan berharga ini. Sebagai penjaga, Ki Duhari tidak hanya merawat fisik golok, tetapi juga melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah yang melekat padanya.
Baca juga: Golok Langit Warisan Tradisi dari Kabupaten Serang
"Golok Ciomas bukan hanya dikenal di Banten, tetapi juga menyebar hingga ke mancanegara, mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur ini. Golok ini juga menjadi simbol identitas budaya yang tetap dihormati hingga kini," katanya.
Menurut Ki Duhari, Golok Ciomas Si Rebo merupakan pengingat akan semangat juang dan dedikasi leluhur dalam melindungi tanah air. Dengan pelestarian yang dilakukan oleh Ki Duhari dan generasi penerus lainnya.
"Nilai-nilai luhur golok ini diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....