Godam Si Denok Warisan Sejarah Pembuatan Golok Ciomas
- 30 Nov 2024 10:32 WIB
- Banten
KBRN: Di sebuah desa di wilayah Ciomas, Kabupaten Serang terdapat padepokan yang bernama Padepokan Godam Denok Golok Ciomas. Padepokan ini diasuh oleh seorang pria Bernama Ki Duhari. Ditemui RRI Banten beberapa waktu lalu, Ki Duhari menceritakan bagaimana pembuatan Golok Ciomas yang sudah terkenal tersebut
Dalam padepokan yang diasuhnya, banyak kegiatan yang dilakukan. Salah satu yang menarik adalah pembuatan Golok Ciomas yang menggunakan Godam Denok. Ki Duhari mengatakan, banyak yang membuat golok Ciomas, namun hanya padepokan ini yang menggunakan Godam Denok.
Godam Denok merupakan sebuah palu legendaris yang memiliki nilai sejarah tinggi yang menjadi simbol warisan budaya di Ciomas, Banten. Alat ini merupakan hadiah dari Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama, kepada Ki Buyut Cengkuk, seorang pengrajin golok yang diamanahkan untuk membuat golok Ciomas.
Baca juga: Menuju UNESCO, Golok Banten Terus Didiskusikan
Pembuatan Golok Ciomas dibuat saat waktu tertentu, yaitu bulan Mulud (Maulid Nabi). Selama satu bulan, Ki Duhari membuat Golok Ciomas kurang lebih 100 buah golok.
Ki Duhari sendiri merupakan generasi ketujuh, mulai generasi pertama yaitu Ki Cengkuk, Ki Boma, Ki Mala, Ki Sakiman, Ki Sandara, Ki Jamsari dan terakhir Ki Duhari. Ia mengatakan Golok Ciomas memiliki perbedaan tersendiri dengan golok pad aumumnya. Yang paling membedakan adalah Golok Ciomas memiliki kharisma dan sejarah tersendiri.
"Jika terkena sabetan Golok Ciomas akan fatal akibatnya, hanya sedikit saja bisa sampai dengan kehilangan nyawa," kata Ki Duhari.
Baca juga: Ini Tahapan Penilaian Golok Banten oleh UNESCO
Ki Duhari juga menceritakan proses pembuatan Golok Ciomas yang menggunakan Godam Denok. “Pembuatan Golok Ciomas dimulai dengan Bissmillah sesudahnya Alhamudlillah, tengah-tengahnya rahasia," ujar Ki Duhari sambil tertawa kecil.
Dia memaparkan proses awal pembuatan Golok Ciomas, mulai dari mencari material besi sulangkar, besi inti didapat dari sisa sisa besi tua yang berkualitas. “Pertama yaitu memilih besi, besi sulangkar, besi baja, kemudian harus ada pekakas untuk pembuatan golok ciomas, salah satunya Godam Denok. Dan besi biasanya didapat dari besi-besi tua yang bagus," kata dia.

Padepokan Godam Denok Golok Ciomas, yang berada di Jalan Raya Ciomas Mandalawangi KM. 05, Kampung Cihujan, Desa Lebak, Kabupaten Serang, Banten. (RRI/Digi Pribadi)
Godam sendiri merupakan sebuah martil atau palu besar, dan alat ini digunakan untuk menempa besi saat pembuatan Golok Ciomas. Dalam pembuatannya Golok Ciomas memiliki ritual khusus yang tidak dapat diceritakan, tetapi yang pasti ketika pembuatannya Ki Duhari dibantu oleh keluarga terdekat.
"Penamaan Godam Denok merupakan penamaan dari turun temurun, ketika bulan Mulud membuat golok kurang lebih 100 golok. Setiap golok membutuhkan waktu tiga hari, dan biasanya dibantu keluarga terdekat," ucap Ki Duhari.
"Godam Denok digunakan pertama kali oleh Ki Buyut Cengkuk dalam pembuatan Golok Ciomas Si Rebo, golok pertama yang menjadi cikal bakal ikon tradisional dari daerah Ciomas," katanya.
Baca juga: Golok Harus Dipahami sebagai Alat Pelindung Diri
Saat ini, Godam Denok masih digunakan dalam proses pembuatan dan pengulasan golok Ciomas. Keberadaan alat ini tidak hanya menunjukkan keunggulan tradisi pandai besi Banten, tetapi juga melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di setiap golok yang dihasilkan.
Ki Duhari mengungkapkan, proses pembuatan golok menggunakan godam ini tetap mempertahankan cara tradisional, dengan waktu pembuatan hanya di bulan Mulud. "Godam Si Denok ini menjadi saksi perjalanan panjang tradisi kami. Setiap pukulan palu ini mengandung cerita dan doa," ujar Ki Duhari.
Ki Duhari sendiri memiliki museum Golok Ciomas dan Godam Si Denok yang berada di Jl. Raya Ciomas-Mandalawangi KM. 05, Kampung Cihujan, Desa Lebak, Kabupaten Serang, Banten. Masyarakat dapat melihat koleksi golok yang dibuat menggunakan Godam Si Denok.
Baca juga: Rudat: Warisan Budaya Banten yang Terancam Terlupakan
Alamat tempat tinggal Ki Duhari yang menjadi lokasi pembuatan golok juga terbuka untuk masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh proses pembuatan golok khas Ciomas. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, untuk mempelajari lebih dalam seni kerajinan pandai besi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Keberlanjutan tradisi ini diharapkan tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya Ciomas sebagai salah satu pusat seni kerajinan tradisional di Banten. Golok Ciomas, dengan sentuhan sejarah dari Godam Denok, terus menjadi simbol kebanggaan dan warisan tak ternilai bagi masyarakat Banten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....