Pandeglang Siaga Banjir dan Longsor

  • 14 Okt 2024 21:44 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko bencana longsor dan banjir. Peringatan itu dikeluarkan BPBD-PK menyusul musim hujan yang mulai terjadi.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah di Pandeglang. Diprediksi, intensitasnya akan semakin tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

"Memang saat ini hujan sudah merata disemua daerah, walaupun ada yang sedang intensitasnya," kata Kepala Seksi (Kasi) Strategi dan Pengendalian Operasi BPBD-PK Pandeglang, Deni Musadad, Senin (14/10/2024).

Baca juga: Waspada! Ribuan Desa di Banten Berpotensi Banjir dan Longsor

Dia mengatakan, musim hujan biasanya akan dibarengi dengan sejumlah potensi bencana. Tidak hanya longsor dan banjir, tapi juga pohon tumbang, angin puting beliung, sambaran petir, hingga pergerakan tanah.

"Karena setelah kekeringan, tanah jadi berongga sehingga ketika diguyur hujan tanahnya jadi rentan pergerakan tanah. Petir juga patut diwaspadai karena hujan seringkali disertai angin kencang dan petir," ucapnya.

BPBD-PK mencatat, ada 20 kecamatan di Pandeglang yang rawan banjir. Diantaranya Kecamatan Patia, Munjul, Angsana, Sukareami, Pagelaran, Labuan, Panimbang, Sobang, dan Cikeusik. Mayoritas daerah itu dilintasi Sungai Ciliman, Cibungur, dan Cibaliung.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Desa Idaman Kembali Terendam Banjir

"Kalau longsor, itu rentan terjadi di daerah yang berada di dataran tinggi atau pegunungan, seperti Kecamatan Cadasari, Pulosari, Mandalawangi, Jiput, dan Cimanuk," ujar dia.

Deni mengungkapkan, BPBD-PK sudah menyebarluaskan risiko bencana ini kepada masyarakat. BPBD-PK juga mulai menyiapkan sejumlah peralatan dan menyiagakan personel untuk menangani peristiwa kebencanaan.

"Kami menyiagakan dua tim, yakni TRC (Tim Reaksi Cepat) dan Tim Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi). Masing-masing berisi sepuluh orang yang akan siaga 24 jam," kata Deni.

Baca juga: Empat Kecamatan Terdampak Banjir, BPBD: Sebagian Besar Sudah Surut

Ketua relawan kebencanaan dari Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira menyebut, lebih dari 400 relawan KSB yang tersebar di 16 kecamatan di Pandeglang sudah disiagakan. Saat ini mereka juga terus melakukan pemetaan di daerah rawan bencana.

"Sejak hujan sering terjadi di Pandeglang, relawan KSB sudah bergerak untuk menginventarisir ancaman bencana di wilayahnya masing-masing. Mereka diminta segera berkoordinasi dengan BPBD maupun Dinsos (Dinas Sosial) mengenai penanggulangan bencana," katanya.

Selain itu, KSB juga sudah meninjau Lumbung Sosial (Lumsos) yang tersebar di 16 kecamatan. Hasilnya, ketersediaan sembako dan perlengkapan bagi korban bencana masih mencukupi hingga dua pekan ke depan.

Baca juga: Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Patia Mulai Ungsikan Barang Berharga

"Lumbung sosial ini berguna untuk memudahkan warga menjangkau bantuan dengan cepat saat dilanda bencana. Saat terjadi bencana, kebutuhan logistik bagi korban bisa langsung didistribusikan dari lumbung sosial," ucap Beni.

Namun, Beni tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan mitigasi bencana. Masyarakat disarankan selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari otoritas berwenang.

"Selalu update informasi cuaca dari BMKG dan BPBD. Ketika terjadi bencana, jangan panik, ikuti arahan petugas," ujar Beni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....