Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial Umat
- 27 Feb 2026 07:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Bulan suci Ramadan dinilai sebagai momentum strategis untuk menumbuhkan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ibadah puasa tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki misi sosial yang menuntut umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi sesama, terutama kaum fakir dan miskin. Hal tersebut disampaikan Ustaz Ali Rohman dalam program Mutiara Ramadan bersama RRI Pro 1 Banten, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, puasa mengajarkan empati sosial karena orang yang berpuasa merasakan langsung lapar dan dahaga yang selama ini dialami masyarakat tidak mampu. “Puasa itu mendidik orang yang berkecukupan agar merasakan lapar, sehingga tidak melupakan saudara-saudaranya yang hidup dalam kekurangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep berbagi dalam Islam ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an yang mendorong umat untuk menyalurkan sebagian harta kepada orang tua, kerabat, anak yatim, kaum miskin, dan musafir. Ramadan menjadi waktu paling tepat untuk menghidupkan nilai tersebut karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan.
Ustaz Ali Rohman menilai, masih tingginya angka kemiskinan menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan semangat solidaritas sosial. Islam, kata dia, menawarkan solusi konkret melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dan diamalkan secara konsisten. “Dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Ini prinsip dasar yang harus disadari umat Islam,” katanya.
Ia menambahkan, kepedulian sosial bukan hanya diukur dari besar kecilnya harta yang diberikan. Seseorang yang tidak memiliki harta tetap dapat berbagi melalui ilmu, tenaga, dan pemikiran untuk membantu sesama keluar dari kesulitan.
Lebih lanjut, Ustaz Ali mengingatkan sikap abai terhadap penderitaan orang miskin dapat berimplikasi serius terhadap kualitas keimanan. Dalam ajaran Islam, orang yang enggan berbagi dan tidak peduli terhadap kaum lemah bahkan diancam dicap sebagai pendusta agama. “Ramadan harus melahirkan takwa sosial, bukan hanya takwa ritual. Inilah esensi puasa yang sejati,” ucapnya.
Ia berharap, semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan dapat terus berlanjut setelah Idulfitri. Dengan demikian tercipta masyarakat yang lebih adil, peduli, dan sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....