Lapas Rangkasbitung Gelar Pesantren Kilat Ramadan

  • 26 Feb 2026 07:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Lembaga Permasyarakatan Kelas III Rangkasbitung, menggelar Pesantren Kilat Al-Maghfiroh selama bulan suci Ramadan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Maghfiroh yang berada di dalam lingkungan lapas.

Program tersebut diikuti oleh seluruh WBP tanpa terkecuali. Pesantren kilat ini dirancang untuk mengisi waktu selama Ramadan dengan kegiatan yang produktif, religius, serta berorientasi pada pembentukan karakter.

Tahun ini, pihak lapas memperkenalkan inovasi bertajuk “Program Santri Handal”.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembinaan tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menyentuh aspek mendasar dalam praktik keagamaan sehari-hari. Berbagai kegiatan disusun secara komprehensif, mulai dari literasi Al-Quran hingga praktik ibadah. Salah satu program unggulan adalah Tahfidz Quran serta pengentasan buta aksara Hijaiyah bagi warga binaan yang belum lancar membaca Al-Quran.

Selain itu, kegiatan tadarus dan khataman Quran turut dilaksanakan secara rutin. Bahkan, diterapkan pula program “One Day One Juz” guna membangun konsistensi membaca Al-Quran di kalangan warga binaan. Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek ibadah mahdah. Warga binaan juga mendapatkan materi Bedah Sejarah Islam, Edukasi Syariah Islam, serta Dinamika Kelompok untuk memperkuat ukhuwah dan kerja sama antar sesama.

Secara teknis, para peserta pesantren kilat dibekali praktik tata cara wudhu, tayamum, dan adzan. Pembelajaran ini bertujuan agar mereka memiliki bekal keilmuan yang aplikatif saat kembali ke tengah masyarakat. Materi lanjutan seperti praktik pengurusan jenazah, pelatihan khutbah, tausiah, dan kultum juga diberikan. Keterampilan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta jiwa kepemimpinan spiritual.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khakim, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting dalam proses pembinaan warga binaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pembinaan yang berkelanjutan.

“Pesantren Kilat Ramadan ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi sarana pembinaan yang terarah dan terukur. Kami ingin warga binaan menjadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri,” ujar Muarif Khakim, di Rangkasbitung, Selasa 25 Februari 2026.

Ia menambahkan, melalui Program Santri Handal, pihaknya berharap lahir pribadi-pribadi yang lebih kuat secara iman, ilmu, dan akhlak. “Kami ingin Lapas menjadi tempat belajar yang nyaman, layaknya pesantren, sehingga proses pemasyarakatan benar-benar memanusiakan manusia,” katanya.

Salah seorang WBP Wardi mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana Ramadhan di dalam lapas terasa lebih khusyuk dan penuh makna.

“Dulu saya belum lancar membaca Al-Quran. Di sini saya dibimbing dari dasar, bahkan mulai menghafal beberapa surat. Saya merasa lebih tenang dan punya harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ucap Wardi.

Selain pembelajaran, kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, marawis, hadroh, hingga peringatan malam Lailatul Qadar turut menyemarakkan suasana. Program ini nantinya akan ditutup pada Salat Idulfitri dan doa bersama, dengan harapan para santri lapas memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk kembali berbaur di masyarakat.

Rekomendasi Berita