Pemuda Masjid Lebak Hidupkan Ramadan Positif

  • 22 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Peran pemuda dan remaja masjid dinilai semakin strategis dalam menghidupkan suasana Ramadan dengan berbagai kegiatan positif dan inklusif. Hal tersebut terlihat dari rangkaian program Ramadan yang digagas Pemuda dan Remaja Masjid Agung Al-A'raf Kabupaten Lebak yang melibatkan lintas elemen masyarakat.

Ketua Umum Pemuda dan Remaja Masjid Agung Al-A’raf Lebak, Ichsanudin mengatakan, pada Ramadan tahun ini pihaknya menyiapkan sedikitnya 14 program kegiatan yang berfokus pada syiar Islam, penguatan karakter pemuda, serta pemberdayaan sosial. Program tersebut mulai dari tarhib Ramadan, kultum rutin, pembagian takjil, hingga kegiatan berskala besar seperti Kampung Ramadan.

“Alhamdulillah, Ramadan tahun ini kami mencoba menghadirkan kegiatan yang lebih hidup. Total ada 14 program yang kami siapkan, mulai dari kultum ba’da Zuhur, kajian malam, berbagi takjil, sahur on the road, hingga Kampung Ramadan,” ujarnya saat sesi Talkshow Sore Ceria bersama Pro 2 RRI Banten, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Masjid Agung Al-A’raf memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota dan berdekatan dengan alun-alun. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang dakwah yang ramah anak muda agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan edukatif.

“Kami ingin masjid ini menjadi ruang yang nyaman bagi pemuda. Bukan hanya datang untuk salat, tapi juga berkegiatan, berdiskusi, dan berbuat kebaikan bersama,” katanya.

Selain kegiatan keagamaan, Pemuda dan Remaja Masjid Agung Al-A’raf juga menggagas Kampung Ramadan yang direncanakan berlangsung pertengahan bulan puasa. Kegiatan ini akan diisi dengan perlombaan Islami, bazar UMKM, donor darah, serta pembagian takjil gratis bagi masyarakat.

Menurut Ichsanudin, keterlibatan pemuda dalam memakmurkan masjid menjadi kunci keberlanjutan regenerasi. Ia menilai, tantangan utama saat ini adalah mengajak anak muda yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu nongkrong agar mau terlibat dalam kegiatan masjid.

“Pendekatannya harus persuasif dan menyenangkan. Kami ajak mereka ikut dulu, misalnya berbagi takjil. Dari situ biasanya muncul rasa nyaman dan ingin terlibat lebih jauh,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan emosional dalam menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, pemuda akan bertahan dan aktif jika merasa dihargai serta memiliki ruang berekspresi.

“Organisasi itu bukan soal banyaknya aturan, tapi bagaimana membangun kenyamanan. Kalau lingkungannya baik, pertemanannya sehat, insyaallah semangat itu tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Ichsanudin berharap, kegiatan positif yang dilakukan pemuda masjid di Lebak dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, khususnya di Banten. Ia menilai Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik.

“Ramadan ini ladang pahala. Kalau bukan sekarang kita bergerak, kapan lagi. Minimal mulai dari diri sendiri, lalu bergerak bersama di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....