Transformasi Rutan Pandeglang Jadi Pusat Pendidikan Ilmu Agama
- 21 Feb 2026 15:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang merintis sistem pendidikan ala pondok pesantren bagi warga binaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Program pembinaan ini mengintegrasikan kegiatan keagamaan intensif mulai dari pengajian kitab kuning, tahfiz Al-Quran, hingga praktik kepemimpinan imam sholat. Langkah tersebut diambil sebagai upaya transformasi rutan agar tidak hanya menjadi tempat penahanan, namun juga pusat pendidikan ilmu agama.
Kepala Rutan Pandeglang, Achmad Zaki, menjelaskan kegiatan ini bertujuan membekali warga binaan dengan bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti. Fokus utama program ini meliputi pengajian baca tulis Quran serta pendalaman kitab kuning bagi mereka yang dinilai sudah memiliki dasar kemampuan memadai. Zaki berharap pengisian waktu dengan ibadah dapat memacu perubahan perilaku positif pada setiap narapidana.
"Mudah-mudahan mereka selama di sini mengisi dengan ibadah, kemudian mendapatkan ilmu yang dapat menularkan untuk mereka di luar," ujar Zaki, Sabtu 21 Februari 2026.
Pihak rutan menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan MUI dalam menyediakan tenaga pengajar ahli guna menunjang keberhasilan kurikulum pesantren ini. Meski melibatkan pihak luar, menurut Zaki operasional pengajaran sehari-hari tetap dibantu oleh warga binaan yang memiliki kapasitas ilmu agama mumpuni. Sinergi antara tenaga pengajar profesional dan internal ini dianggapnya memastikan seluruh agenda pengajian berjalan tertib setiap harinya.
Salah satu warga binaan sekaligus pengajar mengaji, Enang Suhendar, mengungkapkan pola pesantren ini menekankan pada kedisiplinan belajar mulai dari pagi hingga malam hari. Selain mengaji Al-Qur'an, rutan juga menghidupkan tradisi kajian kitab kuning yang diikuti oleh para santri dan pengajar. Enang menyebut pola ini merupakan keinginan karutan untuk menjadikan rutan sebagai wadah belajar layaknya santri di luar penjara.
"Konsep tahun ini kita gaya mentoring, jadi satu guru melayani maksimal lima orang. Rencana setelah Ramadan ini akan menjadikan rintisan bahwa rumah tahanan Pandeglang ini menginginkan pola pesantren," ujar Enang.
Ia menyebut kegiatan rutin di bulan suci ini meliputi pengajian di pagi hari, sementara sore harinya diisi dengan kajian kitab kuning bagi mereka yang sudah memiliki dasar ilmu agama. Kegiatan pun dilanjut dengan shalat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur'an pada malam hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....