KPU Pandeglang Petakan Sembilan Kecamatan Rawan Banjir saat Pencoblosan
- 07 Feb 2024 13:09 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang mencatat ada sembilan kecamatan yang rawan dilanda bencana saat proses pemungutan dan penghitungan suara nanti.
KPU mengaku jumlah kecamatan itu hasil pendataan dan pengalaman pada Pemilu 2020 lalu. Sembilan kecamatan itu tersebar di Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Sindangresmi, Panimbang, Munjul, Angsana, Sumur, dan Labuan.
Baca juga:
KPU Pandeglang Sediakan TPS Keliling di Rumah Sakit
“Bercermin dari data 2020, ada 9 kecamatan yang dianggap rawan bencana saat pemungutan suara,” kata Ketua KPU Pandeglang, Nunung Nurazizah, Rabu (7/2/2024).
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Lokasi pendirian TPS juga baru dipertimbangkan H-3 sebelum pencoblosan.
“Jika lokasi tergenang air, becek dan akan menghambat masyarakat untuk datang ke lokasi, maka akan akan direlokasi,” ucapnya.
Baca juga:
Cuaca Ekstem Ancam Distribusi Logistik Pemilu di Pandeglang
Kemudian apabila terjadi bencana banjir, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD terkait penyediaan perahu karet untuk penjemputan pemilih ke TPS. Bahkan KPU juga sudah membuat kebijakan ketika TPS tidak layak jadi lokasi pemungutan suara. Yang mana, petugas bisa menggeser TPS sejauh 50 meter dari titik awal.
“Adapun terkait berapa jumlah TPS yang berada di daerah rawan banjir sedang dalam pemetaan. Jauh hari sebelumnya, sudah diingatkan agar pemilihan TPS dilakukan di tempat aman dari banjir,” katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap sejumlah wilayah yang rawan banjir.
Baca juga:
Ratusan Petugas Pemilu di Cilegon Dibekali Teknis Pemungutan Suara
“Salah satu yang disiapkan yaitu mendekatkan TPS dengan bangunan. Sehingga bila terjadi hujan deras dan menyebabkan banjir, bisa langsung dialihkan,” ujarnya.
Fahmi menegaskan perihal logistik Pemilu sudah ditempatkan dengan aman dimasing-masing PPK. Namun dia mengingatkan petugas agar tetap waspada karena curah hujan diprediksi masih tinggi hingga waktu pemungutan suara nanti.
“Kalau logistik saya kira sudah aman. Hanya kita berharap pada saat waktu atau sebelumnya, cuaca mendukung. Tapi kalau cuaca buruk, kita khawatir terhadap beberapa kecamatan yang rawan banjir berarti harus ada langkah antisipasi,” kata Fahmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....