Mahasiswa dan Pelajar Dibekali Pemahaman Tangkal Berita Hoaks Selama Pemilu
- 30 Nov 2023 19:33 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Puluhan mahasiswa dan pelajar mengikuti diskusi publik soal pencegahan penyebaran berita selama Pemilu 2024. Diskusi ini digelar oleh UKM Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikom) STKIP Syekh Mansur di Gedung Serba Guna, Kamis (30/11/2023).
Dalam memberikan pemahaman tersebut, UKM Tikom menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing, yaitu Komisioner KPU Pandeglang diwakili oleh Falahudin, Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Febri Setiadi, dan Sekretaris Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang, Ade Taufik Hidayat.
Baca juga:
Tangkal Hoaks, Bawaslu dan Media di Pandeglang Teken MoU
Ketua Pelaksana Diskusi Publik, Zahrul Irfan Fauzi menuturkan, agenda tersebut dilakukan sebagai langkah mahasiswa dalam mengawal proses tahapan Pemilu 2024. Pihaknya ingin memberi pemahaman mengenai kemajuan teknologi dan persiapan menghadapi Pemilu.
"Kegiatan ini untuk mengedukasi mahasiswa dan siswa, agar mereka mengetahui bagaimana cara memilih berita yang benar dan hoaks. Karena biasanya menjelang Pemilu ini banyak berita hoaks yang menyebar di sosial media," tutur Ifan.
Komisioner KPU Pandeglang, Falahudin mengatakan, dirinya mengapresiasi Diskusi Publik tersebut, karena banyak hal yang harus diketahui pada tahapan Pemilu oleh masyarakat khususnya pemilih pemula.
Baca juga:
Bawaslu Gandeng Masyarakat Lakukan Pengawasan Pemilu Partisipatif
"KPU sangat mendukung agenda-agenda seperti ini, karena KPU bisa mensosialisasikan mengenai Pemilu. Ini kan banyak peserta yang sudah memiliki hak pilih, perlu kita berikan pemahaman mengenai surat suara, soal DPT dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan Pemilu," katanya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Febri Setiadi mengatakan, semua pihak berhak mengawal dan mengawasi proses tahapan Pemilu. Pihaknya juga mengawasi mengenai beberapa hal penting diantaranya kaitan dengan netralitas ASN, kampanye hitam dan lain sebagainya.
"Perlu teman-teman ketahui, tugas Bawaslu bukan hanya mengawasi secara langsung proses tahapan pemilu, kita mengawasi pada ranah dunia digital, seperti akun sosial media peserta Pemilu," ujarnya.
Baca juga:
Jelang Pemilu, Bawaslu Ajak Media Cegah Berita Bohong
Narasumber lainnya, Sekretaris Porwan Pandeglang, Ade Taufik menambahkan, banyak hal yang bisa dijadikan patokan dalam menganalisa berita hoaks, diantaranya menelusuri secara kritis kebenaran berita yang beredar tersebut.
"Sebetulnya banyak sekali patokan atau pakem yang bisa dijadikan pedoman untuk menganalisa hoaks. Pertama yang paling utama adalah menelusuri dari sisi kredibilitas media tersebut, kemudian bandingkan dengan beberapa informasi lain yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
Baca juga:
Diskomsantik Pandeglang Awasi Aktivitas Netizen Selama Pemilu
Seorang mahasiswa STKIP Syekh Mansur, Iyan mengatakan, dirinya menanyakan bagaimana tugas para narasumber dalam mencegah manipulasi berita atau hoaks. Sebab biasanya banyak bertebaran berita hoaks saat Pemilu.
"Saya tadi menanyakan kepada tiga narasumber yang hadir, mengenai tugas masing-masing dalam mengantisipasi dan menganalisis berita hoaks. Kebetulan di sini semua pihak sangat relevan pada pengawalan Pemilu ini, semua narasumber sangat mudah dimengerti dalam menyampaikan materi," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....