Bawaslu Gandeng Masyarakat Lakukan Pengawasan Pemilu Partisipatif

  • 28 Nov 2023 16:16 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan Pemilu yang partisipatif. Masyarakat diminta menyampaikan informasi yang utuh dan lengkap terkait pengawasan Pemilu.

Hal itu disampaikan Bawaslu Pandeglang saat menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, di Mutiara Carita Cottages, Selasa (28/11/2023).

Baca juga:

Tangkal Hoaks, Bawaslu dan Media di Pandeglang Teken MoU

Koordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Pandeglang, Didi Rosadi mengatakan, pengawasan Pemilu partisipatif merupakan pengawasan proses Pemilu yang melibatkan peran serta masyarakat, dimana proses Pemilu tidak hanya merupakan tanggung jawab penyelenggara saja, tapi juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Berbagai upaya Bawaslu telah dilakukan mulai dari segi sosialisasi dan blusukan yang sudah dilakukan kemudian sosialisasi melalui media sosial. Namun itu semua memerlukan rangkulan seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mensukseskan pemilu 2024,” kata dia.

Baca juga:

Diskomsantik Pandeglang Awasi Aktivitas Netizen Selama Pemilu

Didi menjelaskan, masyarakat dapat berperan aktif pada Pemilu dengan cara ikut melaporkan jika ada dugaan pelanggaran yang ditemukan.

“Keberhasilan pesta demokrasi tidak hanya tertumpu di lembaga penyelenggara tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ambil bagian, baik sebagai pemilih ataupun sebagai pengawas seluruh proses di tiap tahapan,” ujarnya.

Baca juga:

Intensifkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kab Serang Gandeng Media

Sementara, Nyimas Dian Gayatri yang menjadi narasumber mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah dalam menyikapi perbedaan dalam sebuah proses demokrasi. Menurut dia, Pemilu harus dapat berjalan dengan suasana sejuk sehingga proses demokrasi dapat dinikmati dengan baik tanpa ada benturan dan gesekan antar masyarakat.

“Proses pemilu ini menghasilkan banyak sekali problema yang ujung-ujungnya menjadikan kita itu bermusuhan dengan banyak orang. Antar keluarga bertengkar karena berbeda pilihan. Itu artinya kita harus bisa memiliki kedewasaan dan tingkat emosional yang tinggi, artinya kita bisa harus memaklumi dan harus bisa menerima perbedaan-perbedaan dalam setiap pemilihan, apapun itu,” ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....