Waspada Indikator Mesin Mobil Menyala, Segera Periksa!
- 15 Jul 2025 21:39 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Lampu indikator pada dasbor mobil bukan sekadar hiasan. Ketika lampu-lampu ini menyala terus-menerus, hal itu menandakan adanya masalah pada sistem kendaraan yang perlu segera diperiksa. Bila diabaikan, masalah tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan lebih fatal pada mesin maupun komponen lainnya.
Beberapa penyebab umum lampu indikator menyala antara lain gangguan pada sistem emisi, bahan bakar, pengapian, sensor, hingga transmisi. Karenanya, setiap pengemudi wajib memahami arti dari masing-masing tanda yang muncul di dasbor.
“Lampu-lampu indikator pada dasbor mobil wajib diketahui setiap pengendara karena jika dibiarkan, kerusakan bisa menjadi lebih parah,” ujar seorang mekanik salah satu bengkel di Kota Serang, Juanda kepada RRI, Jumat (18/7/2025).
Baca juga: Ini Fungsi dan Cara Kerja Thrrotle Body pada Mobil
Dia menjelaskan, ada beberapa tanda lampu yang umum ditemui di dasbor antara lain:
- Tanda teko oli merah, menandakan sirkulasi oli ke ruang mesin terganggu atau mampet. Dalam kondisi ini, mesin sebaiknya segera dimatikan karena risiko kerusakan fatal akibat kurang pelumas.
- Tanda mesin atau check engine, menunjukkan sirkulasi udara atau bahan bakar tidak stabil, biasanya karena sensor udara, pengapian, atau jalur bahan bakar yang kotor.
- Tanda ABS, berarti sistem pengereman bermasalah. Biasanya disebabkan sensor ABS pada roda yang kotor atau rusak.
- Tanda aki, mengindikasikan gangguan pada sistem kelistrikan. Kemungkinan besar disebabkan oleh alternator atau dinamo ampere yang lemah atau mati, sehingga suplai listrik ke aki terganggu.
Juanda menekankan pentingnya membawa kendaraan ke bengkel ketika salah satu lampu indikator menyala. “Jangan tunggu sampai mobil mogok atau mesin rusak, segera periksakan ketika lampu indikator menyala supaya masalah bisa cepat diatasi,” ucapnya.
Dengan mengenali fungsi dan arti dari lampu-lampu indikator, pengendara dapat lebih waspada dan menjaga kendaraannya tetap dalam kondisi prima, serta mencegah biaya perbaikan yang lebih besar akibat kerusakan parah.