Hari Bidan Nasional Masyarakat Soroti Peran dan Kesejahteraan
- 24 Jun 2026 15:07 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Peringatan Hari Bidan Nasional yang jatuh pada 24 Juni menjadi momentum untuk mengingat kembali besarnya peran bidan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Profesi bidan tidak lagi hanya dikenal sebagai penolong persalinan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam berbagai layanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Bidan merupakan tenaga kesehatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi perempuan, siklus kehamilan, persalinan, masa nifas, serta perawatan bayi baru lahir. Dalam menjalankan tugasnya, bidan berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan pelosok.
Seiring perkembangan zaman, tugas bidan semakin luas. Mereka tidak hanya mendampingi ibu hamil dan proses persalinan, tetapi juga berperan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Di berbagai daerah, bidan menjadi tenaga kesehatan yang paling mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran mereka membantu memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses oleh warga.
Bidan juga aktif memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan. Edukasi tersebut meliputi perawatan kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bidan berperan dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB). Mereka memberikan informasi mengenai berbagai metode kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan pasangan usia subur.
Peran bidan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi juga sangat penting. Melalui pemeriksaan rutin selama kehamilan, berbagai risiko kesehatan dapat dideteksi lebih awal.
Tidak hanya itu, bidan turut memantau tumbuh kembang bayi dan balita. Pemantauan tersebut dilakukan melalui kegiatan Posyandu maupun kunjungan kesehatan lainnya.
Upaya pencegahan stunting juga menjadi bagian dari tugas bidan. Mereka memberikan penyuluhan kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Dalam praktik sehari-hari, bidan sering memberikan pendampingan kepada orang tua terkait pola asuh dan perawatan anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Warga Lebak, Zarni, menilai peran bidan saat ini sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Profesi bidan juga memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang untuk mencegah masalah pertumbuhan anak seperti stunting. Mereka mengajari cara merawat bayi baru lahir dengan benar serta memberikan konseling tentang penggunaan alat kontrasepsi dan kesehatan reproduksi,” kata Zarni, di Rangkasbitung, Rabu, 24 Juni 2026.
Keberadaan bidan sangat membantu masyarakat, terutama di daerah yang akses terhadap fasilitas kesehatan masih terbatas. Ia menilai bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar karena selalu hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
Namun demikian, Zarni menilai kesejahteraan para bidan masih perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.“Dewasa ini bidan bisa dikatakan ada yang sejahtera dan ada yang belum. Padahal tugas bidan saat ini tidak hanya membantu persalinan, tetapi juga menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus memberi perhatian lebih kepada para bidan, terutama yang bertugas di daerah pedalaman,” ujarnya.
Senada dengan Zarni, warga Lebak lainnya, Dona, mengatakan bidan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. Bidan memberikan perawatan kepada perempuan sejak masa kehamilan, saat persalinan, hingga setelah melahirkan.
Bidan membantu perempuan dan pasangan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait perencanaan keluarga. “Bidan memberikan edukasi tentang kontrasepsi, pengaturan jarak kehamilan, dan kesehatan reproduksi. Di tempat-tempat yang sulit dijangkau dokter, bidan memastikan perempuan tetap mendapatkan perawatan dan informasi yang mereka butuhkan,” kata Dona.
Dona menambahkan pekerjaan bidan turut membantu mengurangi angka kehamilan yang tidak direncanakan serta mendukung kesehatan perempuan pada setiap tahap kehidupan. Selain menjalankan tugas medis, bidan juga sering menjadi sosok yang dipercaya masyarakat dalam berbagai persoalan kesehatan keluarga.
“Bidan sering kali menjadi tokoh yang paling dipercaya di lingkungan desa atau komunitas. Mereka mengajak tokoh masyarakat dan kader kesehatan untuk aktif menjaga kesehatan lingkungan serta membantu warga merencanakan program kesehatan di tingkat desa maupun kelurahan,” ucap Dona.
Sejumlah kalangan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan bidan, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan sarana serta prasarana. Momentum Hari Bidan Nasional menjadi pengingat bahwa peran bidan saat ini tidak hanya sebagai penolong persalinan, tetapi juga sebagai penggerak kesehatan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kesejahteraan dan dukungan terhadap profesi bidan dinilai penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....