Minat Sekolah Rakyat Lebak Lampaui Kuota
- 01 Jun 2026 17:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Minat masyarakat Kabupaten Lebak untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027 sangat tinggi Terbukti jumlah pendaftar melebihi kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Clerita, mengatakan pihaknya bahkan kewalahan menerima pendaftaran siswa baru.
Jumlah calon siswa yang mendaftar jauh melampaui kapasitas yang tersedia.
"Kami kewalahan menerima siswa itu hingga melebihi kuota, sehingga terpaksa dijadikan sebagai cadangan," kata Lela di Rangkasbitung, Senin, 1 Juni 2026.
| Baca juga: SPMB Ramah Wujudkan Pendidikan Berkeadilan |
Ia menjelaskan, kuota Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 ditetapkan sebanyak 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kuota tersebut mengalami perubahan dibandingkan rencana sebelumnya. Pada tahap awal, jumlah siswa yang direncanakan masing-masing sebanyak 25 siswa SD, 75 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat pemerintah melakukan penyesuaian kuota. Meski demikian, jumlah pendaftar tetap melebihi kapasitas yang tersedia.
Karena itu, sebagian calon siswa yang telah lolos seleksi ditempatkan dalam daftar cadangan. Lela mengatakan siswa cadangan akan diprioritaskan apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri atau tidak dapat melanjutkan pendidikan.
"Jika siswa itu berhenti atau meninggal, maka cadangan sebagai penggantinya," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh siswa Sekolah Rakyat nantinya akan menempati gedung baru yang berada di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Kompleks pendidikan tersebut dibangun di atas lahan seluas 8,8 hektare.
Berbagai fasilitas penunjang telah disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama, kamar tidur, ruang makan, dapur, sarana ibadah, hingga lapangan olahraga.
Menurut Lela, keberadaan fasilitas yang lengkap diharapkan dapat menunjang kenyamanan dan kualitas pendidikan peserta didik. Pemerintah daerah juga menyambut baik percepatan pembangunan sarana pendidikan tersebut.
"Kami mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat itu dipastikan Juli 2026 rampung dan bisa dioperasikan," katanya.
Ketua Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Wahyu, mengatakan tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya orang tua yang mendaftarkan anak mereka ke Sekolah Rakyat. Namun proses penerimaan dilakukan secara selektif melalui tahapan validasi dan verifikasi data agar benar-benar menyasar keluarga miskin dan rentan yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
"Kami menerima siswa dari keluarga rentan dan masyarakat miskin yang masuk kategori Desil 1 dan 2 agar ke depannya bisa menghapus mata rantai kemiskinan," kata Wahyu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....