Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Kota Cilegon

  • 21 Apr 2026 19:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon – Sebanyak 19 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri Cikerai 2 Kota Cilegon, diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin 20 April 2026 kemarin. Dugaan keracunan MBG di Kota Cilegon, merupakan kedua kalinya yang sebelumnya juga terjadi dugaan keracunan MBG di MTs Al-Inayah, Kota Cilegon yang mengakibatkan 49 siswa-siswi MTs Al-Inayah mengalami mual-mual, pusing hingga muntah-muntah pada Kamis 16 April 2026 lalu.

Belasan siswa-siswi SD Negeri Cikerai 2 yang diduga mengalami keracunan MBG itu saat ini sudah ditangani secara medis dan sudah dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

Salah seorang tenaga Medis di Puskesmas Cibeber, Kota Cilegon, saat dikonfirmasi langsung ke Puskesmas, Senin 20 April 2026 malam sekitar pukul 18.30 WIB membenarkan pihaknya telah menangani anak-anak SD Cikerai 2 yang diduga mengalami keracunan MBG.

“Tadi datang sih jam sebelas (Pukul 11.00) lewa, totalnya ada 9 pasien gejalanya mual muntah, pusing. Cuman yang delapan (8) orang pulang jam satu (Pukul 13.00),” ucapnya kepada wartawan.

Ia menyampaikan, yang ditangani di Puskesmas Cibeber ini anak-anak SD Negeri Cikerai 2 Kota Cilegon. “Ia dari SD Negeri Cikerai 2,” ujarnya.

Dikatakannya, rata-rata yang ditangani di Puskesmas Cibeber, korban dugaan keracunan MBG mengalami mual-mual hingga muntah. “Rata-rata mual dan muntah. Itu katanya habis makan MBG,” katanya.

Ia menyampaikan, para korban yang diduga keracunan MBG itu diantarkan langsung oleh para guru SD Negeri Cikerai 2 menggunakan mobil Ambulance. “Diantarkan gurunya, tadi banyakan juga sih yang mengantar, menggunakan Ambulance,”ucapnya.

Sementara, ketua Satgas MBG Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan pihaknya menerima laporan terkait anak SD Negeri Cikerai yang diduga keracunan MBG tersebut.

“Iya kemarin memang betul kami selaku ketua Satgas MBG Kota Cilegon, mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, bahwa terdapat ada kurang lebih 19 anak SD Cikerai dua yang diduga keracunan setelah mengkonsumsi MBG di Sekolah,” kata Aziz kepada wartawan.

Aziz menyampaikan, 19 anak SD Cikerai yang diduga keracunan MBG itu. Kelas dua terdapat 16 orang kelas tiga 1 orang, kelas lima 1 orang dan kelas enam 1 orang. “Jadi masing-masing totalnya ada 19 orang. Kemudian Sembilan orang ditangani di UGD Puskesmas Cibeber, dan kemudian yang sepuluh orang lagi ditangani tim kesehatan di sekolah,” ujar Aziz.

Aziz menyatakan, terkait kasus dugaan keracunan MBG di Kota Cilegon. Sejak kasus pertama yang terjadi di MTs Al-Inayah pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). “Tentunya kita akan meningkatkan kembali koordinasi, karena kami di Satgas MBG Kota Cilegon tidak bisa memutuskan atau meng eksekusi terkait program nasional ini dan kami hanya bisa mengawasi, memberikan laporan dan memberikan rekomendasi,” ucap Aziz.

Dimana, kata Aziz, ada beberapa hal yang menjadi catatan memnag dari 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Kota Cilegon yang telah memperoleh izin SHLS baru ada 9 SPPG. Sehingga hal itu menjadi bahan evaluasi kami.

“Hal ini menjadi bahan evaluasi kami sehingga nanti hari Jum’at rencana akan kita undang seluruh Yayasan, Mitra termasuk dari MBG dan akan melakukan rapat koordinasi termasuk mengevaluasi kenapa ada beberapa SPPG yang belum memiliki izin,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....