Baru 9 SPPG di Kota Cilegon Kantongi Izin

  • 21 Apr 2026 17:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Dari 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kota Cilegon. Baru 7 SPPG berproses dan 9 SPPG telah memiliki izin. Kata Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra kepada wartawan saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Robinsar, Selasa 20 April 2026.

“Kami sudah menginventarisir ada berapa SPPG yang sudah beroperasi, ada berapa yang sudah memiliki izin dan yang belum di Kota Cilegon,” ucap Aziz.

Aziz mencatat, berdasarkan hasil inventarisir tersebut terdapat 45 SPPG yang ada di Kota Cilegon. Dari 45 SPPG itu, 7 SPPG sedang berproses dan 9 SPPG sudah memiliki izin.

"Kami sudah menemukan data, bahwa SPPG yang beroperasi ada 45 dan kemudian yang sudah memiliki izin keluar 9 dan 7 sedang berproses," ujar Aziz.

Terkait SPPG, Aziz menyatakan, pihaknya akan melakukan jemput bola untuk mendorong SPPG yang ada di Kota Cilegon segera mengurus perizinan tersebut. “Ke depan saya akan melakukan jemput bola agar seluruh SPPG segera mengurus perizinanya. Baik SHLS (Sertifikat Laik Higine Sanitasi), maupun IPAL (Izin Pengelolaan Air Limbah) dan lain sebagainya,” kata Aziz.

Menurut Aziz, hal itu perlu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kasus keracunan MBG di Kota Cilegon dan operasional MBG di Kota Cilegon, berjalan lancar dan aman dikonsumsi bagi penerima MBG tersebut.

"Rencana Minggu ini kita akan panggil SPPG, Yayasan dan Mitra untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi untuk memproses izin SPPG," katanya.

Adapun mengenai dugaan adanya kasus keracunan MBG di MTs Al-Inayah yang memakan korban sebanyak 49 siswa. Aziz membenarkan dan saat ini sudah dalam proses penanganan.

“Terkait hal itu, kami sudah memanggil Korwil (Koordinator Wilayah MBG) dan sudah komunikasi dengan Satgas MBG dan memang betul dugaan keracunan MBG itu ada,” ucap Aziz.

Namun demikian, lanjut Aziz, untuk proses penanganan terkait dugaan keracunan MBG itu pihaknya masih menunggu hasil uji Laboratorium makana yang dikonsumsi siswa-siswi MTs Al-Inayah yang dilakukan di Badan Obat dan Makanan (BPOM) Serang. "Sesuai dengan apa yang disampaikan Korwil BGN bahwa saat ini sedang dilakukan uji Laboratorium. Kita menunggu apa yang membuat keracunan itu dan segala macam," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....