Kadistan Lebak Nilai Irigasi Perpompaan Tingkatkan Produktivitas Padi

  • 07 Agt 2025 08:48 WIB
  •  Banten

KBRN, Yogyakarta: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, memaparkan bahwa program Irigasi Perpompan yang dilaksanakan pada tahun 2024 telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Lebak, khususnya di wilayah rawan kekeringan.

Hal itu disampaikan Rahmat, saat menjadi narasumber utama dalam Rapat Evaluasi Kegiatan Irigasi Perpompan Tahun Anggaran (TA) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kampus Yogyakarta dengan mengusung tema “Sharing Knowledge Keberhasilan Irigasi Perpompan TA 2024 di Kabupaten Lebak.

“Melalui pemanfaatan pompa air, luas tanam berhasil ditingkatkan dan indeks pertanaman juga naik secara nyata. Beberapa wilayah bahkan mencatat peningkatan produktivitas padi hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta para petani yang konsisten dalam menjalankan program. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah) guna memastikan program berjalan efektif, akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan petani.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi guna mewujudkan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak,” ucap Rahmat.

Kegiatan evaluasi ini juga menjadi momentum penting bagi Kabupaten Lebak untuk berbagi praktik baik (best practices) dengan daerah lain. Pengalaman sukses dalam mengatasi kendala kekeringan melalui sistem irigasi perpompaan menjadi inspirasi nasional dalam membangun ketahanan pangan berbasis teknologi sederhana namun berdampak besar.

“Ke depan, kami berharap ada perluasan cakupan program irigasi ini ke lebih banyak desa dan kecamatan di Lebak, agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Rahmat, menutup pemaparannya dengan optimisme terhadap masa depan pertanian yang tangguh dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....