Uji Coba MBG di Pandeglang Dimulai

  • 17 Feb 2025 17:30 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, akhirnya dimulai pada Senin, 17 Februari 2025. Ada dua kecamatan yang menjadi lokus uji coba, yakni Kecamatan Menes dan Labuan.

Total ada sekitar 6.800 siswa menjadi sasaran uji coba MBG, meliputi siswa TK, SD, SMP, dan SMK. Namun di hari pertama, baru empat sekolah di dua kecamatan itu yang menjadi percontohan.

“Hari ini baru dimulai adalah untuk Kecamatan Menes dan Labuan, semuanya itu kurang lebih 6.800 anak sekolah, TK, SDN, SMP, dan SMK tapi secara bertahap. Hari ini baru empat sekolah yang dimulai, belum yang lainnya. Nanti menunggu arahan lebih lanjut,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita usai meninjau peluncuran uji coba MBG di SDN Teluk 1 Kecamatan Labuan.

Baca juga: Kembali Ditunda, Uji Coba MBG di Pandeglang Dijadwalkan 17 Februari

Menurut Irna, program ini sudah lama dinantikan di Pandeglang. Mengingat uji coba MBG di Pandeglang sempat tertunda beberapa kali. Dia pun meminta semua pihak ikut menyukseskan salah satu program ini karena diyakini, program MBG bisa membentuk generasi Indonesia yang sehat dan unggul.

“Setelah kita menunggu lama, karena kan bertahap program MBG ini. Memerlukan kesiapan-kesiapan dan diseleksi sangat ketat oleh BGN. Alhamdulillah hari ini launching-nya dan dicoba dulu supaya berjalan baik dan tepat sasaran,” ujar dia.

Bupati menuturkan, uji coba MBG di hari pertama berjalan lancar karena berbagai persiapan sudah dilakukan secara matang. Menu yang disajikan pun dinilai sudah memenuhi standar gizi. Yang mana menu yang disajikan di hari pertama meliputi ayam, tempe, sayur brokoli, wortel, dan anggur.

Baca juga: Anggaran Program MBG di Pandeglang Rp7,6 Miliar

“Yayasan yang ditunjuk oleh BGN yang sudah melalui seleksi sangat ketat, sehingga makanan ini penuh dengan nutrisi, protein, dan kecukupan gizi untuk anak-anak kita,” ucap Irna.

Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pembagian makanan bergizi dilakukan dalam waktu berbeda. Sebagian diberikan pagi hari sebagai sarapan bagi anak, sebagian lagi diberikan siang, sebagai makan siang bagi anak-anak sekolah.

“Pagi itu untuk sarapan TK, PAUD, serta kelas satu, dua, dan tiga SD itu untuk sarapan pagi, karena kan mereka jam juga berbeda. Sedangkan untuk kelas empat sampai kelas enam dan SMP, itu siang hari,” katanya.

Baca juga: Pemkab Pandeglang Siapkan Tim Pemantau Uji Coba MBG

Sementara seorang siswa SDN Teluk 1 Labuan, Habibi mengaku senang bisa mendapatkan Makan Bergizi Gratis. Bahkan dia menyebut menu yang disajikan tergolong enak.

“Senang. Hari ini dapat menu ayam, wortel, anggur, dan tempe orek,” kata bocah kelas II itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....