Pesan Dibalik Anjuran Membacakan Azan bagi Anak Baru Lahir

  • 18 Okt 2025 08:14 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Ustazah Ai Juddiyah Fahmi mengingatkan pentingnya menanamkan nilai tauhid sejak anak baru dilahirkan. Pendidikan keimanan tidak dimulai saat anak bersekolah, melainkan sejak detik pertama ia hadir di dunia, salah satunya melalui lantunan azan dan ikamah.

“Begitu bayi lahir, sebaiknya langsung diazankan di telinga kanan dan diikamahkan di telinga kiri. Itu cara menanamkan kalimat tauhid sejak pertama kali ia mendengar suara,” ujar Ustazah Ai dalam program Mutiara Pagi RRI Banten, Sabtu (18/10/2025).

Baca juga: Pernikahan Sebagai Fondasi Keluarga Harmonis dan Bahagia

Ia menegaskan bahwa azan bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bagian dari pendidikan rohani yang melekat kuat dalam fitrah seorang anak. “Kata pertama yang seharusnya didengar bayi bukan kata duniawi, tetapi Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah,” ujarnya.

Ustazah juga mendorong para ibu untuk terus menanamkan nilai keimanan melalui kebiasaan sederhana di rumah. Ia menambahkan, pendidikan tauhid harus terus berlanjut seiring pertumbuhan anak. Orang tua, katanya, tidak boleh menyerahkan sepenuhnya urusan agama kepada sekolah. “Rumah adalah madrasah pertama. Orang tua adalah guru utama. Sekolah hanya memperkuat apa yang sudah diajarkan di rumah,” ujarnya.

Baca juga: Iman dan Takwa, Fondasi Keislaman Seorang Muslim

Lebih lanjut, Ustazah Ai menilai berbagai krisis moral di kalangan remaja masa kini berakar dari lemahnya fondasi tauhid sejak kecil. “Kalau sejak bayi anak sudah dibiasakan mendengar kalimat syahadat, Insyaallah hatinya kuat dan tidak mudah goyah menghadapi arus zaman,” ucapnya.

Ia pun mengajak para orang tua di Banten untuk kembali menumbuhkan kesadaran spiritual dalam keluarga. “Tanamkan tauhid sedini mungkin. Sebab dari sanalah akan tumbuh generasi beriman, berakhlak, dan berilmu,” katanya. (Kartika Rahmi Wijayanti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....