Iman dan Takwa, Fondasi Keislaman Seorang Muslim

  • 16 Des 2024 08:30 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Hakikat iman dan takwa menjadi pembahasan yang penting dalam kehidupan beragama, mengingat keduanya merupakan dasar dari keislaman yang utuh.

Dalam Al-Qur'an yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam" (QS Ali Imran: 102).

Ayat ini menggarisbawahi pentingnya hubungan erat antara iman dan takwa dalam kehidupan seorang Muslim.

Ustaz Badrudin saat mengisi program Mutiara Pagi di RRI Banten menyampaikan Iman meliputi keyakinan dalam hati, pengakuan melalui ucapan, dan pembuktian lewat perbuatan, menjadi fondasi utama yang harus dimiliki seorang Muslim.

"Sedangkan Takwa, sebagai wujud dari iman yang telah tertanam, diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya," ujar dia.

Keduanya saling melengkapi, di mana iman menjadi jalan untuk mencapai ketakwaan, sementara takwa memperkokoh keimanan seseorang dalam menjalani kehidupan yang diridhai Allah.

Lebih lanjut Ia mengatakan, keimanan terdiri dari tiga elemen utama: mengakui dengan sepenuh hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan. Hal ini menegaskan bahwa iman yang sempurna harus tercermin dalam amal perbuatan.

"Iman itu harus dibuktikan dengan amal saleh, dan amal saleh tersebut nantinya berhubungan dengan ketakwaan," ujarnya.

Takwa sendiri didefinisikan sebagai upaya terus-menerus dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan, sebagaimana disampaikan, mencakup karakteristik seperti tawadhu (rendah hati), qana'ah (menerima anugerah dengan lapang dada), warak (hati-hati dalam tindakan), dan ulfah (rasa kasih sayang kepada sesama). Karakter ini menjadi bukti nyata dari kualitas keimanan yang kuat.

Ia menjelaskan salah satu sifat yang ditekankan adalah tawadhu, yakni rendah hati terhadap sesama dan rendah diri hanya kepada Allah. Tawadhu menghilangkan kesombongan dan mendekatkan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

"Barang siapa tawadhu karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya," kata Ustaz Badrudin.

Selain itu, pentingnya qana'ah sebagai sifat menerima ketentuan Allah tanpa prasangka buruk juga diulas. Hal ini membawa ketenangan batin dan kedamaian dalam menjalani kehidupan.

"Sementara warak menjadi pedoman untuk menjaga kesucian diri dari hal-hal yang diharamkan, baik dalam ucapan, tindakan, maupun konsumsi sehari-hari," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....