Jiwa Bersyukur Menjaga dari Keinginan Tak Berujung

  • 16 Jul 2025 11:16 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Dalam dunia modern yang bergerak cepat dan cenderung materialistis, banyak orang terjebak dalam pola hidup yang selalu merasa kurang dan terus membandingkan diri dengan orang lain. Dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Pengurus BPW Bakomubin Banten, Saepudin mengajak masyarakat untuk kembali membangun jiwa yang bersyukur sebagai benteng utama menjaga kesehatan mental dan ketenangan hidup, Rabu (16/7/2025).

“Sifat manusia yang tidak pernah puas terhadap dunia, termasuk dalam hal pandangan, kekayaan, dan ilmu, dapat menjerumuskan pada keserakahan jika tidak dikendalikan dengan nilai-nilai spiritual. Kalau kita tidak belajar merasa cukup, maka kita akan terus terjebak dalam keinginan yang tak berujung. Padahal hati yang bersyukur itu sumber ketenangan,” ujar Saepudin.

Banyak orang hari ini terdorong untuk mengejar validasi dan kesuksesan semu yang diukur dari kepemilikan materi dan pencapaian duniawi. Godaan dunia yang tak ada habisnya harus dilawan dengan memperkuat kesadaran diri dan memperbanyak ibadah. “Lihat saja sekarang, semuanya ingin serba cepat. Serba instan. Akhirnya lupa bersyukur, karena terlalu sibuk membandingkan hidup kita dengan yang tampak lebih sempurna,” kata Saepudin.

Saepudin juga menyoroti pentingnya mengendalikan hawa nafsu, terutama dalam relasi sosial dan gaya hidup. “Ada orang yang diberi satu istri ingin dua, diberi dua ingin tiga. Nafsu itu seperti api, takkan padam meskipun disiram. Kalau tak dikendalikan, bisa membawa kita melampaui batas. Dalam konteks ini, agama hadir sebagai panduan agar manusia tetap berada di jalan yang lurus, adil, dan tidak melanggar syariat,” ucapnya.

Lebih jauh, Saepudin mengingatkan bahwa kekayaan dan ilmu juga termasuk hal-hal yang tak akan pernah membuat manusia puas. “Ilmu Allah itu luasnya seperti lautan. Kita baru dapat setetes saja. Tapi kalau tidak dibarengi rasa cukup dan rendah hati, ilmu malah bisa membuat orang sombong,” ujarnya.

Di akhir tausiyahnya, Saepudin mengajak masyarakat untuk menanamkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membangun kesadaran spiritual, seseorang akan lebih mampu menikmati hidup dengan sederhana namun penuh makna, serta terhindar dari kecemasan yang kerap muncul akibat keinginan yang tidak terkendali. (Shanadu Putra Nugraha).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....