SOP dan Analisis Data Perkuat Bisnis Sate Om Zeze
- 05 Agt 2026 08:16 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemilik Sate Om Zeze, Rian Aristian, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dan sistem gramasi untuk menjaga kualitas serta konsistensi rasa pada semua menu yang disajikan.
- Seluruh bahan makanan termasuk daging, bumbu, dan nasi ditimbang dengan menggunakan ukuran yang sama untuk memastikan rasa dan porsi tetap konsisten.
- Sistem penimbangan yang ketat memastikan bahwa kualitas makanan terjaga konsisten tanpa tergantung pada siapa yang memasaknya di dapur Sate Om Zeze.
RRI.CO.ID, Serang - Menjaga kualitas dan konsistensi rasa menjadi tantangan bagi setiap pelaku usaha kuliner. Untuk mengatasinya, Owner Sate Om Zeze, Rian Aristian, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) serta sistem gramasi pada seluruh menu yang disajikan.
Rian menjelaskan seluruh bahan, mulai dari daging, bumbu hingga nasi, ditimbang menggunakan ukuran yang sama agar rasa dan porsi tetap konsisten, siapa pun yang memasaknya.
"Semua bumbu kita itu dengan gramasi, termasuk nasi goreng. Jadi ketika menggoreng itu kita sudah tahu takarannya. Setidaknya selalu sama, yaitu porsi dan rasa," ujarnya dalam program Santai Siang RRI Pro 2 Banten, Selasa, 4 Agustus 2026.
Rian mengatakan kebiasaan menerapkan SOP berasal dari pengalaman sebelumnya saat bekerja sebagai HRD. Pengalaman tersebut kemudian diterapkan dalam mengelola bisnis kuliner yang dirintisnya.
"Untuk menjaga konsistensi kita harus benar-benar punya SOP. Jadi setiap karyawan tahu pekerjaannya apa, harus berapa gram, cara memotongnya seperti apa. Saya sudah punya SOP dari karyawan datang sampai pulang," kata Rian.
Menurutnya, konsistensi menjadi alasan banyak pelanggan kembali datang. Salah satu menu favorit adalah sate kambing yang dibuat dari bagian daging pilihan sehingga tidak memiliki aroma prengus seperti umumnya sate kambing.
| Baca juga: Sate Bebek Khas Cilegon Diburu saat Ramadan |
Selain menjaga kualitas produk, Rian juga rutin membaca data penjualan untuk mengetahui tren menu yang diminati pelanggan. Data tersebut kemudian dijadikan dasar dalam menentukan strategi promosi maupun inovasi menu baru.
Rian berharap semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha kuliner dengan perencanaan yang matang dan terus berinovasi. "Jangan sampai berhenti karena suatu hal. Pasti ada jalannya. Yang penting terus belajar dan membaca data," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....