Sate Bebek Khas Cilegon Diburu saat Ramadan
- 24 Feb 2026 17:28 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon — Selain dikenal sebagai kota industri dan kota santri, Cilegon juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera. Salah satu yang cukup populer dan menjadi favorit warga lokal maupun pendatang adalah sate bebek khas Cilegon. Kuliner ini tak hanya menjadi santapan sehari-hari, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri, terutama saat bulan Ramadan.
Memasuki Ramadan, aktivitas masyarakat di sejumlah titik keramaian meningkat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa. Warga tidak hanya berburu takjil sebagai makanan pembuka, tetapi juga mencari hidangan utama untuk disantap bersama keluarga. Momentum berbuka puasa bersama dimanfaatkan untuk menyajikan menu spesial yang berbeda dari hari biasa.
Salah satu lokasi favorit warga untuk mencari makanan berbuka adalah kawasan Bunderan Perumnas, Kecamatan Cibeber. Di kawasan ini, puluhan pedagang menjajakan aneka takjil dan makanan berat, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga lauk pauk siap santap. Setiap sore, kawasan tersebut dipadati pembeli yang datang silih berganti.
Di antara beragam pilihan menu yang tersedia, sate bebek khas Cilegon menjadi salah satu yang paling banyak diburu masyarakat. Setelah menikmati takjil, banyak warga memilih sate bebek sebagai hidangan utama untuk melengkapi santap berbuka puasa bersama keluarga di rumah.
Para penikmat kuliner mengaku menyukai sate bebek khas Cilegon karena tekstur dagingnya yang lembut dan tidak alot. Selain itu, cita rasanya dinilai kuat namun tetap seimbang, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan.
Tidak sedikit pula pelanggan dari luar daerah yang sengaja datang untuk mencicipi sajian khas tersebut. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan daging ayam atau kambing, sate bebek khas Cilegon menawarkan sensasi rasa yang lebih gurih dengan tekstur daging yang empuk.
Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri dan membuatnya memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Proses pengolahan sate bebek ini juga terbilang khas dan masih mempertahankan cara tradisional.
Daging bebek terlebih dahulu direbus dengan bumbu rempah pilihan seperti ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, dan daun salam. Proses perebusan ini bertujuan untuk menghilangkan bau amis sekaligus membuat bumbu meresap hingga ke serat daging.
Setelah direbus dan dipotong kecil-kecil, daging bebek kemudian ditusuk dan dibakar di atas bara arang. Proses pembakaran menggunakan arang memberikan aroma asap yang khas serta menambah cita rasa yang semakin menggugah selera saat disajikan dalam kondisi hangat.
Tata, salah satu penjual sate bebek di kawasan Bunderan Perumnas, mengatakan bahan baku yang digunakan merupakan bebek pilihan yang diolah langsung olehnya untuk menjaga kualitas rasa. “Sate ini asli dari bebek yang kami potong sendiri, lalu dipotong kecil-kecil dan ditusuk seperti sate pada umumnya,” ujarnya.
Dengan cita rasa yang khas, proses pengolahan tradisional, serta tingginya minat masyarakat terutama saat Ramadan, sate bebek khas Cilegon menjadi salah satu kekayaan kuliner lokal yang patut dijaga dan terus dipromosikan sebagai bagian dari identitas daerah di Provinsi Banten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....