OJK Banten Terus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

  • 13 Mar 2026 17:36 WIB
  •  Banten

RI.CO.ID, Serang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten terus memperkuat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di wilayah Provinsi Banten, Kamis 12 Maret 2026. Rangkaian kegiatan GERAK Syariah tersebut ditutup dengan Puncak GERAK Syariah Banten 2026 yang diselenggarakan di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK, Pemerintah Provinsi Banten, Bank Indonesia, Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Syariah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan berbasis syariah.

Kepala Kantor OJK Provinsi Banten Adi Dharma menyampaikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah memerlukan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. “Puncak GERAK Syariah di Provinsi Banten merupakan bentuk kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dasar keuangan syariah, pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara bijak,” ujar Adi Dharma.

Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, kata Adi menjadi penting mengingat berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia mencapai 43,42 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan syariah tercatat sebesar 13,41 persen.

Berdasarkan data menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat. Namun pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah masih perlu terus diperluas," ucpanya.

Adi menyampaikan dalam Gerak Syariah Banten 2026, OJK Provinsi Banten telah melakukan berbagai macam kegiatan diantaranya: kegiatan SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah), di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan Putri 2 Kabupaten Pandeglang dengan diikuti oleh 200 santri. "Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda, khususnya santri, mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan berbasis syariah," ujarnya.

Selailn itu, kata dia ada juga talkshow keuangan dan iklan layanan masyarakat di Radio dengan materi terkait sektor jasa keuangan. Kegiatan talkshow telah dilaksanakan 2 kali dan telah menjangkau lebih dari 26 ribu pendengar aktif di wilayah Provinsi Banten.

"Roadshow Edukasi keuangan Syariah ke Perguruan Tinggi atau Universitas dan Komunitas di Provinsi Banten, Kuis Ramadan di Media Sosial setiap minggunya dan telah menjangkau lebih dari 8.000 viewers," katanya.

Adapun puncak GERAK Syariah Banten 2026 ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi OJK bersama berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas literasi keuangan syariah sekaligus memberikan layanan keuangan secara langsung kepada masyarakat, meliputi edukasi keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), layanan Pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) on location. Kemudian layanan Program SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis), layanan Kas Keliling Perbankan Syariah.

"Layanan Kesehatan Gratis oleh Baznas Provinsi Banten, lomba Seni Hadrah, ceramah keagamaan oleh Komite Dewan Ekonomi Keuangan Syariah Provinsi Banten," ucpanya.

Lalu, ada juga bazaar murah Ramadan yang menjual sebanyak 1.000 paket sembako.

Melalui rangkaian kegiatan GERAK Syariah Banten 2026, OJK Provinsi Banten berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah, memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

"Serta mendorong pemanfaatan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Adi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....