BI Banten Perketat Pengawasan Uang Palsu Jelang Nataru

  • 28 Nov 2025 11:25 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten memperketat pengawasan terhadap potensi peredaran uang palsu di wilayah Banten menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Momentum meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat dinilai rawan dimanfaatkan pelaku tindak pidana sistem pembayaran.

Manajer Pengelolaan Uang Rupiah BI Banten, Arman Johansyah mengatakan, meskipun dalam dua tahun terakhir peredaran uang palsu cenderung menurun, ancaman masih tetap ada. Terutama dari modus penipuan berbasis penggandaan uang yang memanfaatkan lembaran rupiah palsu sebagai alat pemancing.

Baca juga: Awas Kenali Ciri–ciri Uang Palsu

“Sekarang modusnya lebih banyak ke penipuan menggunakan alat bantu uang palsu. Meski menurun, satu lembar pun tetap harus diberantas karena itu simbol kedaulatan rupiah,” ujar Arman, Jumat (28/11/2025).

Untuk meminimalkan risiko, BI Banten telah menggelar forum koordinasi bersama aparat penegak hukum se-Provinsi Banten. BI Banten bersinergi dengan Kejaksaan, Pengadilan, dan Polda Banten untuk mengoptimalkan penanganan hukum terkait tindak pidana pemalsuan rupiah.

Selain pengawasan dan penegakan hukum, BI Banten juga meningkatkan edukasi publik agar masyarakat lebih paham cara mengenali keaslian uang. Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kembali digencarkan di berbagai kabupaten/kota di Banten.

Baca juga: Kejari Pandeglang Musnahkan Uang Palsu Ratusan Juta

“Kami dorong masyarakat memahami ciri keaslian uang dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Unsur pengaman rupiah harus mereka kenali,” ucapnya.

Meskipun edukasi sudah berjalan masif, Arman mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengenali fitur pengaman rupiah sehingga rentan tertipu. Minimnya literasi keuangan serta maraknya praktik penggandaan dan penukaran uang turut memicu kasus penipuan yang melibatkan rupiah palsu.

BI menilai peran berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, sekolah, dan perbankan, penting untuk memastikan masyarakat mengenali ciri uang asli sebelum bertransaksi.

Baca juga: BI Banten Dorong Perluasan QRIS di Lokasi Wisata

Arman menegaskan, upaya perlindungan rupiah akan terus dilakukan secara kolaboratif. Selain menjaga stabilitas transaksi, pengamanan rupiah dinilai penting sebagai bentuk menjaga martabat negara.

“Rupiah ini simbol negara. Jadi pengamanannya bukan sekadar transaksi ekonomi, tapi menjaga wibawa Indonesia. Edukasi dan penindakan harus berjalan beriringan,” katanya. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita