Pemkab Pandeglang Kantongi Rp476 Juta dari Pengelola Pulau Liwungan

  • 30 Jan 2025 23:11 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang telah menerima pendapatan sebesar Rp476 juta dari pengelolaan Pulau Liwungan yang berada di Kecamatan Panimbang. Pendapatan itu diperoleh dari PT Generasi Cipta Mandiri yang sudah dua tahun mengelola pulau seluas 46 hektare tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin mengatakan, Pemerintah Daerah menjalin kerja sama pemanfaatan Pulau Liwungan dengan PT Generasi Cipta Mandiri selama 25 tahun. Mereka akan mengelola pulau tersebut untuk dijadikan objek wisata.

Baca juga: Penetapan Nilai Kontribusi Pemanfaatan Pulau Liwungan di Bawah Usulan

“Dua tahun ini sudah masuk. Tahun pertama, tahun 2023 itu kalau tidak salah Rp233 juta, tahun 2024 itu Rp243 juta dan tahun 2025 akan mendapatkan PAD diangka Rp253 juta,” kata Yahya, Rabu (29/1/2025).

Saat ini dia menyebut, pengelola masih melakukan pengembangan sejumlah fasilitas di Pulau Liwungan. Mereka diamanatkan untuk menyelesaikan proses pembangunan selama lima tahun. Memasuki tahun kesepuluh, Pemda juga akan memperoleh bagi keuntungan dari pengelola.

“Ini kita akan mendapatkan kontribusi tetap kalau tidak salah sampai 23 tahun ke depan. Kita berharap di tahun 2025 pengelola sudah bisa menyelesaikan, karena ini konsepnya adalah pariwisata,” ucapnya.

Yahya menilai kerja sama ini menguntungkan karena setiap tahun bisa menerima kontribusi tetap. Apalagi menurutnya, kerjasama ini juga merupakan cerminan dari semangat kolaboratif untuk membangun pondasi pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini sudah bisa bagi keuntungan. Selain kontribusi terap, kita di tahun ke-10 sudah bisa bagi keuntungan,” ucap dia.

Baca juga: Pemkab Pandeglang Akan Lelang Pulau Popole Tahun Ini

Hanya dia menerangkan, pengelola dilarang membangun bangunan permanen. Pengelola hanya disarankan mendirikan bangunan yang ikonik dan eksotis sebagai lokasi wisata, seperti fasilitas hotel, restoran, dan sarana rekreasi lainnya.

“Tidak permanen tapi yang ikonik dan bangunannya eksotik. Semoga saja di tahun ke lima selesai sehingga mereka bisa melakukan operasional,” kata Yahya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....