Pendekatan Komprehensif Atasi Kematian Ibu, Anak, dan Stunting

  • 12 Sep 2024 20:05 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menilai, diperlukan pendekatan strategis dan komprehensif dalam mengatasi kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) serta kasus stunting.

Ada empat strategi utama penyelamatan ibu dan bayi meliputi masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan, serta masa pasca persalinan dan bayi baru lahir. Di setiap fase tersebut, pelayanan kesehatan yang optimal harus dilakukan, terutama dalam skrining layak hamil dan deteksi dini risiko kesehatan.

“Pelayanan antenatal care sangat penting untuk mempersiapkan calon ibu agar siap menjalani kehamilan dan melahirkan dalam kondisi sehat. Kami juga terus mengedukasi para remaja putri, calon pengantin, dan pasangan usia subur tentang pentingnya perencanaan kehamilan sehat dan deteksi dini,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Ahmad Muchlis, Kamis (12/9/2024).

Baca juga: Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Beri Pelayanan KB Gratis

Muchlis menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita. Ia mengatakan, hal ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi demi menciptakan generasi yang lebih baik.

“Kita sedang menghadapi tantangan besar terkait kesehatan ibu, bayi, dan stunting. Ini harus menjadi perhatian bersama, dan kami sedang bekerja keras untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting di Kabupaten Tangerang,” kata dia.

Menurut data pada Juni 2024, AKI di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 60 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yaitu 55 per 100.000 kelahiran hidup.

Baca juga: Bapak dan Ibu Asuh Stunting Kota Serang Dikukuhkan

Sementara AKB sesuai dengan target, yakni 3 per 1.000 kelahiran hidup. Adapun angka stunting di Kabupaten Tangerang juga masih menunjukkan tren kenaikan yang harus terus ditekan.

Berdasarkan hasil Survei Status Kesehatan Indonesia, angka stunting naik mencapai 26,4 persen pada tahun 2023. Angka ini melonjak dari 21,1 persen pada tahun 2022.

“Kolaborasi dan sinergi antara puskesmas, FKTP swasta, dan posyandu sangat penting dalam memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita berjalan optimal. Ini akan mendukung upaya kami dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus menangani masalah stunting,” ucapnya.

Baca juga: Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Turun 25.670 Kasus

Direktur Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Endang Widyastiwi menambahkan, rumah sakit memiliki peran penting dalam mempercepat penurunan angka prevalensi stunting. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mendukung turunnya angka stunting tersebut.

"Kami RSU Kabupaten Tangerang ikut berperan aktif membantu menurunkan kasus stunting dengan sosialisasi di masyarakat lewat Puskesmas dan posyandu, dengan menurunkan 3 dokter spesialis untuk membantu deteksi dini kehamilan, balita gizi buruk dan stunting baik asupan makan maupun terapinya," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....