Pentingnya Imunisasi dalam Mencegah Stunting pada Anak
- 16 Jul 2024 19:11 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan masa depan anak.
Hal tersebut disampaikan oleh penanggung jawab program imunisasi pada UPTD Puskesmas Citangkil II Kota Cilegon, Rindah Hani, dalam program Mozaik Indonesia bersama RRI Banten Selasa (16/7/2024).
Rindah menjelaskan bahwa imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh spesifik untuk melawan penyakit yang tidak bisa ditanggulangi oleh imunitas tubuh nonspesifik, seperti yang diperoleh dari ASI atau makanan bergizi.
“Imunisasi sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang bisa berdampak buruk pada kesehatan dan pertumbuhan anak,” ujarnya. Ia juga menekankan hubungan erat antara imunisasi dan pencegahan stunting.
“Ketika anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap, mereka lebih rentan terhadap penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Anak-anak yang sering sakit cenderung mengalami gangguan dalam pertumbuhan fisik dan kognitifnya,” ujarnya.
Rindah mengatakan ada lima langkah mudah mencegah stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, salah satunya adalah datang ke Posyandu untuk mengukur berat badan, panjang badan, dan mendapatkan imunisasi. Imunisasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting karena dapat melindungi anak dari penyakit-penyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhannya.
Ia mencontohkan, imunisasi BCG untuk mencegah kuman TBC dan imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis adalah dua dari berbagai jenis imunisasi yang diberikan sejak bayi baru lahir.
“Imunisasi dasar lengkap harus diberikan dari usia 0 bulan hingga anak berusia sekolah dasar untuk memastikan kekebalan tubuh anak optimal,” ujarnya.
Dengan memahami dan melaksanakan imunisasi secara lengkap, orang tua dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting dan memastikan anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan optimal.