Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Tangerang Turun 118 Ribu Kasus

  • 04 Jan 2024 19:16 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Angka keluarga berisiko stunting di Kabupaten Tangerang pada tahun 2023 turun menjadi 236 ribu kasus. Tahun 2022, tercatat ada 354 ribu kasus keluarga berisiko stunting. Dengan demikian terjadi penurunan 118 ribu kasus.

"Angka tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan. Ini semua dilakukan dengan koordinasi dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait," ucap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Kamis (4/1/2024).

Baca juga:

TPPS Kabupaten Tangerang Lakukan Monev Stunting Ditujuh Lokasi

Dia menyebut, saat ini tercatat 5.391 kasus stunting di Kabupaten Tangerang. Angka tersebut turun setelah sempat menyentuh 9.000 kasus pada tahun 2022 lalu.

Stunting merupakan masalah yang sebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Selain itu, penyakit infeksi kronis yang menyerang seorang balita juga menjadi penyebab balita menderita kurang gizi.

"Jadi nanti kita breakdown ke masing-masing perangkat daerah untuk menghindari dua penyebab utama tersebut," kata dia.

Baca juga:

Pemkab Tangerang Belajar Penanganan Stunting ke Sumedang

Untuk mendukung percepatan penurunan stunting, Pemkab juga telah menggagas program Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Cegah Stunting atau Gebrak Tegas pada akhir tahun 2023.

"Program ini merupakan kolaborasi dengan beberapa perangkat daerah terkait, sehingga nantinya penurunan stunting diharapkan dapat terfokus dan terkendali," ujar dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....