Puskemas Kutabumi Entaskan Stunting dengan “Paterpan”

  • 19 Jan 2024 16:19 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Puskesmas Kutabumi, Kabupaten Tangerang merilis inovasi baru dalam upaya pencegahan dan pengentasan stunting. Inovasi itu mereka beri nama Pelayanan Terpadu Cegah Stunting (Paterpan) dengan melibatkan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG), penanggung jawab anak dan dokter umum.

Dalam inovasi tersebut terdapat kegiatan berupa pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu, kegiatan keping emas untuk ibu hamil risiko tinggi, dan kegiatan Kelompok Peduli ASI.

Baca juga:

Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Tangerang Turun 118 Ribu Kasus

Selain itu, pemberian penyuluhan pentingnya ASI pada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi di bawah dua tahun, serta pemberian makanan tambahan di Posyandu dengan mengutamakan bahan dasar protein hewani.

Kepala Puskesmas Kutabumi, R. Astrid Heraline menjelaskan, untuk kegiatan pencegahan stunting dimulai dari pemberian tablet tambah darah pada remaja putri SMP dan SMA.

“Berbagai upaya akan kami lakukan bersama dalam mengentaskan angka stunting seperti terobosan inovasi Paterpan ini. Di tahun 2023 ada penurunan 1 balita yang sudah tidak stunting, jadi dari 22 menjadi 21 di Desember 2023,” ujarnya, Jumat (19/1/2024).

Baca juga:

Pemkab Tangerang Belajar Penanganan Stunting ke Sumedang

Selain itu, dia menjelaskan, Pemberian Makanan Tambahan akan dimaksimalkan pada tahun 2024 ini. Puskesmas Kutabumi akan melakukan kolaborasi CSR perusahaan.

“Pemberian makanan tambahan untuk balita kurang gizi kedepannya akan ditingkatkan kembali, untuk gizi buruk akan diberikan F100 dan balita stunting yang dirujuk juga diberikan Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) berupa formula padat nutrisi dan tinggi kalori untuk mengejar pertumbuhan anak yang diresepkan oleh dokter spesialis anak,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....